Showing posts with label Insiprasi Cinta. Show all posts
Showing posts with label Insiprasi Cinta. Show all posts

Kisah Inspiratif Istriku Sayang Istriku Malang

Halo readers, kali ini kami akan menulis sebuah cerita yang sangat menginspirasi banyak orang, khususnya bagi para polisi di Indonesia terkait kehidupan pribadinya. Kisah inspiratif ini terangkum dalam sebuah video singkat karya anak bangsa. Suatu waktu ada dua pasangan di film ini, yakni Polisi baik beristri waria, dan polisi kurang baik beristrikan perempuan berjilbab.

Kala itu, Polisi baik dimarahi istrinya karena bawa setoran sedikit ke rumah!


Sementara, polisi kurang baik pulang dalam keadaan mabuk, merokok dan marah-marah sambil menggedor-gedor pintu.


Orang-orang menghormati kamu bukan karena kamu cantik, tapi karena kamu adalah istri polisi!” katanya. 

Sementara itu, ketika polisi baik mau makan, ini yang terjadi.


Lalu bagaimana dengan akhir kisah cerita ini? Simak di sini selengkapnya:



Dunia social media pun terharu melihat kisah polisi jujur yang beristrikan waria di atas. Ingat-ingat film pendek ini. Konon banyak pihak yang tersindir gara-gara menontonnya. Entah memang menjadi suatu realita kehidupan atau hanya isu miring belaka.

Kisah inspiratif menarik lainnya:

Well, semoga kisah singkat di atas dapat memberikan manfaat di balik makna yang tersimpan di dalamnya.

Kisah Aliando Syarief Paling Menarik Terbaru

Aliando Syarief adalah salah satu aktor remaja paling populer di Indonesia saat ini. Jika boleh mengingat, di sepanjang 2014 ini banyak sekali muncul nama-nama baru di dunia selebritis Indonesia, salah satunya adalah Aliando Syarief. Nah, anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Syarief Alkhatiri dan Tengku Resi Refado ini memiliki darah Arab dari ayahnya, dan darah Minang dari ibunya. Dan kini, Aliando Syarief sukses bikin para fans cewek pada klepek-klepek dengan pesona manly-nya. Wooow ...

Seperti apa sih pesona Aliando Syarief yang ditunjukkannya pada para fans? Berikut ulasan selengkapnya.

Kisah Aliando Syarief Paling Menarik Terbaru



1. Hari Ibu, Aliando Syarief Ingin Naik Hajikan Mamanya Berkali-Kali

Hari Ibu nasional yang jatuh tepat pada Senin (22/12) ini rupanya memiliki arti tersendiri bagi Aliando Syarief. Pesinetron remaja berusia 18 tahun yang kini sedang sangat populer itu rupanya punya impian tulus untuk sang ibu tercinta, Tengku Resi Refado.

Salah satu pemeran Digo dalam sinetron hits Ganteng-Ganteng Serigala (GGS) itu bahkan mempunyai kado istimewa untuk sang ibu di Hari Ibu ini. Di mana Aliando ingin selalu berdoa untuk ibu tercintanya.

"Aku seperti belum ada kepuasan untuk membuat mama bahagia. Karena jasa seorang ibu itu nggak akan bisa dibalas. Pokoknya selalu berusaha yang terbaik," ujar Aliando Syarief

"Pastinya sosok ibu itu spesial di hati. Selalu doa yang pertama itu untuk mamah," papar Aliando.

Pesinetron yang selalu diidentikan menjalin kasih dengan lawan mainnya di GGS yakni Prilly Latuconsina ini bahkan merasa belum punya kepuasan untuk membuat ibunya bahagia.

"Aku seperti belum ada kepuasan untuk membuat mama bahagia. Karena jasa seorang ibu itu nggak akan bisa dibalas. Pokoknya selalu berusaha yang terbaik. Insya Allah mau banget berangkatin haji mama berkali-kali. Amin Ya Allah," doa Aliando tulus.

2. Foto Ganteng Aliando Syarief Saat Kendarai Moge, Cowok Banget!

Gara-gara membintangi Ganteng-Ganteng Serigala, nama Aliando Syarief memang langsung melejit. Para remaja wanita seolah tersihir dengan ketampanan salah satu karakter vampir ini. Sama dengan kebanyakan cowok lain, Aliando ternyata juga hobi dengan Moge miliknya.

Baru-baru ini, sang aktor mengunggah fotonya saat naik motor kebanggaan. Dalam foot tersebut, Aliando tampak mengenakan pakaian casual. Namun dengan kacamata pilihannya, ia terlihat seolah sedang syuting sebuah iklan.


Para netizen pun tak kalah terpesona dengan sisi Aliando yang cowok banget ini. Tentu saja banyak remaja wanita yang berharap mendapat kesempatan dibonceng sang aktor idola.

Membahas Aliando, tentu saja nggak bisa jauh-jauh dari nama Prilly Latuconsina. Yap, keduanya memang kerap diberitakan sedang pacaran karena chemistry manis yang ditunjukkan melalui layar kaca.

Bahkan, belakangan Prilly ketahuan memanggil Aliando dengan kata 'Honey'. Wah apa mereka sudah jadian yah?

Hmm .. Kedekatan Aliando Syarief dan Prilly Latuconsina memang sudah menjadi rahasia umum. Bersama dalam serial GANTENG GANTENG SERIGALA, chemistry di antara keduanya telah terpampang nyata.

Namun hingga saat ini, keduanya mengaku hanya sekedar teman biasa. Tapi hal tersebut tampak berlawanan dengan sebuah foto yang diunggah Prilly di akun Instagram-nya belum lama ini.

Dalam foto tersebut, Prilly terlihat tengah berdansa bersama Aliando. Keduanya tampak tengah mengisi sebuah acara di salah satu stasiun televisi.

Prilly sebut Aliando 'Honey' di caption foto ini. / Prilly Official Instagram

Lebih detil, ada hal yang membuat para netizen penasaran terkait hubungan keduanya saat ini. Hal itu adalah caption foto Prilly yang menyapa Aliando dengan sebutan "honey".

"Selamat tanggal 6 my baby honey Digo!!!," tulis Prilly.

Hal tersebut sontak membuat netizen bertanya-tanya tentang hubungan Prilly dan Aliando. Seperti diketahui, Digo adalah nama salah satu tokoh yang diperankan oleh Aliando.

Prilly dan Aliando memang tampak sangat bahagia dalam pose fotonya itu. Mereka pun kompak mengenakan pakaian serba hitam putih yang senada.

Hingga kini, Prilly belum pernah menyebutkan bahwa keduanya telah jadian. Bahkan saat ditemui beberapa waktu lalu, Prilly menyatakan bahwa ia belum ingin pacaran.

Tapi, bagaimana dengan sekarang? Benarkah mereka benar-benar sudah jadian?

3. Aliando Syarief masuk dalam kategori 8 Brondong Ganteng Masa Depan

Sepertinya dunia hiburan Tanah Air tak akan pernah kehabisan artis. Selalu saja muncul bibit-bibit pendatang baru yang meramaikan jagad hiburan. Bisa dipastikan tahun-tahun mendatang, televisi bakal dihiasi oleh cowok-cowok ganteng yang merupakan anak dari para selebriti Indonesia.

"Buah jatuh tak jauh dari pohonnya." Pepatah itu yang tepat menggambarkan keberadaan 8 brondong ganteng ini. Mereka dipastikan bakal menggantikan dan meneruskan nama besar orang tua mereka di dunia hiburan. Usia masih di bawah 19 tahun, berwajah tampan, ditambah kemampuan mengolah bakat, bakal menjadi modal mereka untuk bersinar di 2015.

Memiliki orang tua yang berkecimpung di industri hiburan, tak serta merta membuat jalan mereka mulus untuk menjadi artis. Para brondong ganteng ini dibekali ilmu pamungkas dari orang tua.

4. Waktu Kecil Aliando Syarief Berwajah Polos

Wajah ganteng Aliando Syarief terlihat jelas ketika masih kecil. Cowok berusia 17 tahun ini sedang digandrungi para remaja putri berkat aktingnya dalam sinetron Ganteng-ganteng Serigala (Istimewa).

5. Aliando Syarief Pandai di bidang Musik

Musik memang tak bisa dipisahkan dari kehidupan Aliando SyariefJadi Produser, Aliando Syarief Luncurkan Single Janji Hati.

Buktinya meski padatnya jadwal syuting, Aliando masih sempat membuatkan lagu untuk sang tante sekaligus managernya, Budhila. Bahkan, ia pun memproduserinya sendiri.

Disela-sela syuting, Aliando Syarief pun kerap mengisi waktu dengan memainkan gitar bolong berdua dengan Prilly Latuconsina. Kabarnya, pemeran Digo dalam sinetron Ganteng Ganteng Serigala ini pun akan melebarkan sayapnya ke bidang tarik suara.

Sepertinya hal itu wajar, lantaran cowok yang dikabarkan dekat dengan Prilly Latuconsina ini juga mahir memainkan alat musik. Selain gitar, ia juga bisa bermain piano loh.

Hal itu terlihat dalam unggahan video dalam Instagram miliknya. Aliando Syarief khusyuk memainkan piano di salah satu tempat yang cukup ramai. Ia pun memberi judul untuk videonya 'Lagu apa ayo? Iseng2 main hehe'. Sayangnya, Aliando bermain dalam pencahayaan remang-remang.

Sebelumnya, Aliando Syarief mulai memamerkan lagu barunya berjudul "Kau Terindah" hasil ciptaannya sendiri. Bakat Aliando dalam bermusik memang sudah ditunjukkan sejak kecil.

6. Aliando Pasrah Saat Akun Instagramnya Dibajak Prilly Latuconsina

Tak cuma cantik, ternyata Prilly Latuconsina juga sangat jahil. Buktinya, ia tak segan mengerjai teman-temannya di lokasi syuting, termasuk Aliando Syarief yang jadi pasangannya di sinetron Ganteng Ganteng Serigala.

Seperti yang terlihat belum lama ini, Prilly membajak akun Instagram Aliando. Tanpa sepengetahuan pemeran Digo tersebut, Prilly membuat videogram dan diunggah ke akun @aliandooo.

Meski membajak akun, Prilly tidak menyembunyikan identitasnya. Ia malah mengaku kalau ia memang membajak akun Aliando dan tertawa melihat tingkahnya sendiri.

Prilly Latuconsina bajak akun Aliando. @instagram.com/aliandooo

Dalam video tersebut, terlihat Prilly saat berada di lokasi syuting. Ia memperlihatkan beberapa ekspresi dirinya sendiri, dan juga keadaan di lingkungan sekitarnya. Aliando yang tahu kejahilan Prilly rupanya hanya bisa pasrah saat video itu diunggah oleh gadis cantik tersebut. Bahkan, ia sempat berpose di belakang pemeran kekasihnya di GGS itu.

Kalau saja Prilly tidak mengaku kalau ini adalah hasil bajakannya sendiri, bisa jadi para fans mengira kalau Aliando yang mengunggahnya. Dan tentu saja itu bisa bikin para fans Ali iri berat kepada Prilly.

7. Prilly Latuconsina Enggan Pacaran Dengan Aliando Syarief

Sinetron Ganteng-Ganteng Serigala (GGS) memang menimbulkan sebuah fenomena baru di kalangan publik. Selain memicu munculnya sinetron dengan tema fantasi, GGS juga mengenalkan nama-nama pesinetron muda pendatang baru yang langsung jadi idola seperti pasangan Aliando Syarief dan Prilly Latuconsina.

Berperan sebagai sepasang kekasih yakni vampir Digo dan Sisy, pesona Aliando dan Prilly memang begitu menarik dan membuat gemas banyak remaja. Aliando dan Prilly dianggap begitu serasi sehingga tak sedikit dari fans ingin agar kedua remaja berusia 18 tahun itu menjadi pasangan di dunia nyata.

"Buat aku, chemistry dengan Aliando itu kayak sebuah berkah. Karena pertama kali ketemu kita udah klik banget. Awalnya aku nggak kenal sama dia, dan cuek-cuekan banget serta canggung waktu saling panggil nama," jelas Prilly.

Menurut gadis berpipi chubby ini, kedekatannya dengan Aliando muncul kala sering syuting di satu ruangan yang sama dan banyak ngobrol. Apalagi ketika dirinya tahu bahwa obrolan yang ada sangat nyambung dan membuat Prilly tahu kalau Aliando sosok pemuda yang asyik diajak bercanda.

Kendati kedekatan dirinya dan Aliando sangat tampak nyata, Prilly rupanya enggan jika suatu hari nanti harus benar-benar berpacaran dengan lawan mainnya itu. Hmm, kira-kira kenapa ya?

"Belum mau sih kalau nanti aku akhirnya pacaran sama Aliando. Sekarang aku lagi konsen di karier aja dan mau launching album. Aku nggak mau cuma gara-gara pacaran jadi ngerusak semuanya," tutup Prilly.

8. Aliando Syarief Ternyata Tak Sekolah SMA

Nama Aliando Syarief saat ini memang tengah berada di puncak popularitas. Pemuda ganteng berusia 18 tahun itu kini dikenal sebagai si vampir ganteng Digo, berkat sinetron Ganteng-Ganteng Serigala (GGS).

Namun popularitas Aliando lewat GGS harus dibayar dengan sangat mahal yakni melepaskan pendidikannya di SMA.

Ketika mendapatkan tawaran GGS, Aliando memang tampak galau. Pilihan apakah fokus sebagai pesinetron atau melanjutkan sekolah di SMA Marthia Bakti.

Usai berdiskusi dengan keluarga besar dan meminta izin untuk keluar dari SMA, kini Aliando lebih bebas mengejar impiannya menjadi pesinetron besar.

Aliando sendiri belum memutuskan apakah akan lanjut SMA atau memilih home schooling dan melakukan ujian kesetaraan paket C.

9.Wanita Idaman Aliando Syarief

Dengan wajah ganteng yang dia miliki, tentunya Aliando Syarief takkan kesulitan menemukan pasangan yang diinginkan. Namun nyatanya, dia bukan orang yang bisa memilih sembarang orang.

Bintang GANTENG-GANTENG SERIGALA ini ternyata punya satu kriteria khusus untuk calon pasangannya. Tidak ingin yang muluk-muluk, dia hanya mencari seseorang yang membuatnya nyaman.

"Yang cantik itu banyak yang baik itu banyak Tapi susah cari yang nyaman Karna nyaman itu ada di diri kita Bukan orang lain." - Aliando Syarief

Hal itu diungkapkannya lewat salah satu postingannya di Twitter. Menurutnya, mencari pasangan yang nyaman itu jauh lebih susah ketimbang mencari wanita cantik.

"Yang cantik itu banyak yang baik itu banyak Tapi susah cari yang nyaman Karna nyaman itu ada di diri kita Bukan orang lain," demikian kata-kata yang ditulis Aliando.

Tentu saja kata-kata ini langsung mendapat berbagai reaksi dari pengguna Twitter. Para follower Aliando pun kebanyakan setuju dan memberikan komentar positif.

Well, kriteria ini memang kelihatannya sangat sederhana ya. Tapi kira-kira kalian mampu gak sih memenuhinya? Kalau memang mampu, yuk buruan daftar jadi pacar Aliando! :D

10. Aliando Syarief Ketahuan Cekik Prilly Latuconsina

Selama ini, Aliando Syarief dan Prilly Latuconsina mungkin dikenal sebagai sepasang sahabat kompak dan serasi. Namun kini, sebuah foto mencengangkan beredar di dunia maya. Penasaran?

Foto yang diunggah yang lewat akun Instagram itu menunjukkan Aliando sedang menyekik leher lawan mainnya dalam sinetron GANTENG-GANTENG SERIGALA tersebut. Alhasil, Prilly pun dibuat bingung dan kelabakan.

Namun tenang! Foto tersebut sama sekali bukan tanda-tanda adanya kekerasan dalam hubungan pertemanan mereka. Aliando rupanya hanya sedang menggoda sahabatnya tersebut.

Aliando vs Prilly @ Instagram/Aliando Syarief

"Yah lagi bete yaa. . Jangan bete bete dong.. gue sendirian nih :p," demikian bunyi caption yang ditulis oleh pria pujaan hati wanita ini.

Foto itu memang diunggah oleh Aliando sendiri, dan menunjukkan seperti apa kedekatannya dengan Prilly. Aliando sendiri berakting di depan kamera, seolah dia memang sedang melakukan tindak kekerasan.

Sementara itu, Prilly yang sedang berbaring di atas kasur juga pasang wajah panik, seolah merasa terancam. Well, benar-benar akting yang sangat sempurna bukan? ;)

11. Aliando Merasa Tak Pantas Jadi Aktor Paling Ngetop

Suatu kebahagiaan bagi Aliando Syarief, pemeran Digo dalam sinetron Ganteng Ganteng Serigala (GGS). Pasalnya, Aliando didaulat sebagai aktor utama paling ngetop SCTV Awards 2014.

Meski demikian, Aliando merasa kalau dirinya yang dalam waktu singkat melejit popularitasnya berkat sinetron GGS ini, tidak pantas untuk mendapatkan penganugerahan bergengsi tersebut. Setidaknya itu yang ia ungkapkan di hadapan awak media.

"Gue ngerasa nggak pantes sebenarnya dapetin ini. Gue kan sebenarnya hanya pemeran pendukung dan gue cuma pendatang baru. Masih banyak nominator yang jauh lebih senior dan lebih berbakat dari gue," kata Aliando Syarief, Sabtu malam (29/11/2014).

Namun kemenangan Aliando Syarief di kategori tersebut, membuat dirinya merasa tetap bersyukur dan berterimakasih kepada segala pihak yang telah mendukungnya, termasuk para awak media.

"Makasih pasti buat semua yang sudah mendukung. Buat para fans juga. Buat para kru dan para pemain lainnya. Makasih juga buat media yang nggak bosan-bosannya membantu saya," tegas Aliando di Studio 6 Emtek, Daan Mogot, Jakarta Barat.

Aliando pun semakin termotivasi untuk terus berkarya kedepannya. "Pasti. Gue pasti akan makin produktif karena piala ini tanggung jawab yang dipercayakan buat gue juga. Insyaalah tahun ini peluncuran album gue," pungkas Aliando Syarief dengan bangga.

12. Aliando Pernah Patah Tulang Gara-gara Akting

Salah satu bintang sinetron Ganteng-ganteng Serigala (GGS), Aliando Syarief masuk dalam kategori bergengsi yakni Aktor Utama Paling Ngetop. Namun saat jumpa pers SCTV Awards 2014, sosok Aliando tak terlihat hadir. Saat ditanya soal ketidak hadiran Aliando, Prilly Latuconsina pun menjawabnya dengan pasti.

"Aliando ke dokter. Dia nggak dateng soalnya pergelangan tangannya patah, pokoknya di bagian tangan sekitar situ. Aku juga belum tau pasti patahnya di sebelah mana persisnya," ungkap Prilly di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2014).

Gadis berusia 18 tahun itu juga mengatakan kalau cedera yang dialami Aliando diakibatkan akting adegan berkelahi. "Tapi kayaknya sih nggak begitu parah kok. Soalnya dia langsung ke dokter," lanjut Prilly.

13. Ditantang Sony Wakwaw, Aliando Joget Heboh I Like Dangdut

ika sebelumnya ramai-ramai para artis hingga tokoh nasional melakukan Ice Bucket Challenge, kali ini demam I Like Dangdut Challenge melanda Indonesia.

Program I Like Dangdut Challenge merupakan sebuah bentuk kepedulian penggalangan dana untuk pendidikan Indonesia.

Bintang sinetron Ganteng-ganteng Serigala (GGS) Aliando mendapat tantangan dari Sony Wakwaw untuk joget I Like Dangdut. Aliando pun menjawab tantangan itu dengan menciptakan joget heboh versinya sendiri. Pemeran Digo itu sangat antusias.

Ketika musik I Like Dangdut diputar, Aliando pun berjoget dengan menganggkat satu kakinya. Ia nampak menikmati setiap alunan musik itu. Sambil bergoyang, sesekali Aliando meneriakkan kalimat, "I like dangdut, i like dangdut asyik."

Tak hanya berjoget, sahabat Prilly latuconsina itu juga turut memberikan sumbangannya. Hal itu sesuai dengan peraturan I Like Dangdut yakni jika menjawab tantangan tersebut minimal menyumbang Rp 50 ribu. Sedangkan jika tidak menerima tantangan itu, orang yang ditantang wajib memberi dana sebesar Rp 500 ribu.

Aliando kemudian menantang tiga orang untuk melakukan joget I Like Dangdut. Ia meminta Presiden Jokowi, Direktur Program dan Produksi SCTV Harsiwi Ahmad, dan rekannya Audy Marissa. Mereka nantinya harus menciptakan goyangan sendiri.

14. Lengan Aliando Ternyata Sekekar Milik Shaheer Sheikh

Usia boleh saja masih muda, tapi untuk urusan tubuh, Aliando Syarief tidak kalah dengan mereka yang sudah dewasa. Seperti yang terlihat dari foto yang ia unggah belum lama ini.

Di akun Instagramnya, Aliando memamerkan lengannya yang kekar. Tak kalah kekar dengan lengan milik Arjuna dari India, Shaheer Sheikh. :D

Memegang sebuah bola, pose Aliando kali ini sukses bikin para fansnya histeris. Hampir semua orang ingin berlindung di bawah lengannya yang kekar, atau bersandar di dadanya yang seksi.

"Aaaaaa, bang Ali lenganmuuuuu..." tulis akun @auliamaliah.

"Ototnya aduhai... Kayaknya nyaman banget kalau berada di bawah lengan Ali...," tulis akun @febbyfebronia.

Tidak salah kalau banyak yang terpesona dengan lengan kekar Aliando. Karena selama ini ia tak banyak memamerkan tubuhnya yang kekar.

Biasanya, Ali tampil dengan pakaian yang menutup lengan dan tubuhnya. Dan kali ini, ia sukses bikin banyak perempuan klepek-klepek ingin dipeluk oleh pemeran Digo di sinetron Ganteng-Ganteng Serigala tersebut.

Penggemar serial India boleh saja punya Shaheer Sheikh yang lengannya kekar membahana. Tapi fans sinetron Indonesia punya Aliando yang lengannya tak kalah menggoda.

15. Aliando Unggah Foto-foto Jadul Sebelum Tenar
Siapa kini yang tak kenal sosok Aliando Syarief? Wajah tampannya hampir setiap hari menghiasi layar televisi SCTV lewat sinetron Ganteng-ganteng Serigala (GGS). Berkat aktingnya yang sukses mencuri hati pemirsa, Aliando mendadak berubah menjadi idola remaja putri. Tak hanya tampan, pemeran Digo ini juga pandai memainkan alat musik seperti gitar dan drum.

Wajah Aliando kerap dianggap mirip dengan Al Ghazali bahkan Zayn Malik. Lantas bagaimana muka Aliando beberapa tahun lalu sebelum tenar di GGS?


Lewat akun Instagram pribadinya, baru-baru ini, Aliando belakangan ini sering mengunggah foto-foto zaman dulu alias jadul. Entah ada apa dengan lawan main Prilly Latuconsina ini memperlihatkan wajahnya beberapa tahun lalu.

Salah satu foto yang diunggahnya, Aliando nampak memegang sebuah kamera. Di foto itu, ia mengenakan anting magnet yang sempat popular beberapa tahun silam.

"Jaman waktu suka anting magnet wkwkwk #juststyle," tulis Aliando sebagai keterangan foto ini.


Foto Aliando Beberapa Tahun Lalu

Foto lain yang diperlihatkan Aliando yakni saat ia seperti masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Gaya rambutnya berbeda-beda. Tetapi senyum khasnya sampai sekarang tidak pernah berubah.

Alis tebal serta bibir merah Aliando difoto itu juga terlihat jelas. Sementara di foto lain, nampak rambutnya bergaya mohawk. Kini sosok Aliando benar-benar berbeda dari sebelumnya.

Salah satu foto yang membuat penggemar banyak berkomentar yakni wajah Aliando yang terlihat seperti Zayn Malik. Aliando nampak sedang duduk di tangga dengan menaruh tangannya di atas paha. Ia tidak melihat ke arah kamera.

Bagaimana foto-foto jadul Aliando? Ganteng sekarang atau dulu? Tapi foto jadulnya Aliando kayak foto zaman sekarang deh, tetep aja keren :D

Tsunami Aceh Sebagai Kenangan Pahit Bagi Indonesia

Tsunami Aceh merupakan suatu tragedi kelam dan pahit bagi Indonesia. Kejadian tsunami di Aceh yang terjadi 4 tahun silam itu masih terngiang di benak masyarakat dunia yang telah melenyapkan ratusan ribu korban jiwa. Sungguh sebuah kenangan yang begitu pahit untuk kita kenang.

Pada hari Minggu tanggal 26 Desember 2004, telah menjadi hari paling bersejarah bagi rakyat Aceh dan juga Indonesia. Gempa terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E  kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer.

Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh,  antai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.


Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah tragedi gempa bumi, yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa mengatakan menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan amplitude getaran diatas 1 cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga memicu beberapa gempa bumi di berbagai tempat di dunia.

Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.


Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2.5km/detik ke arah antara utara - barat laut dengan panjang antara 1200 hingga 1300 km. Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1/2005) mencapai 127.672 orang.

Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.

Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh.


Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.

Di Indonesia, gempa dan tsunami menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami. Tetapi, kebanyakan korban disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai barat Aceh.

Pemerintahan daerah Aceh lumpuh total, saat terjadi gempa bumi dan Tsunami Aceh, kebetulan di Jakarta sendiri sedang di adakan acara Halal Bi Halal masyarakat Aceh pasca menyambut lebaran Idul Fitri.

Gempa Bumi yang terjadi pada jam 08:00 WIB dengan 9 Skala Richter Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Tepat jam 09:00 WIB satu persatu masyarakat Aceh yang hadir di Istora Jakarta panik karena hubungan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca-kaca.

Kala itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir mengatakan bahwa Aceh dalam musibah besar, saya baru dapat kabar terjadi gempa bumi di Aceh, banyak bangunan rusak semoga tidak lebih parah dari gempa papua sebesar 6,4 SR.

Kita ketahui beberapa saat menjelang gempa bumi di Aceh telah terjadi gempa bumi pada 26 November 2004, Gempa sebesar 6,4 SR mengguncang Nabire, Papua tercatat 30 orang tewas.

Mengutip informasi dari Merdeka.com, Arie Basuki yang merupakan seorang fotografer yang sempat meliput dan mengambil gambar langsung di Banda Aceh setelah tsunami, menuturkan rangkaian tugas peliputannya sepanjang perjalanan dari Medan ke pusat kota Banda Aceh.


Pria yang akrab disapa Arbas ini menceritakan, setelah sampai di Medan, dirinya kesulitan mencari kendaraan yang hendak mengantarnya menuju Lhokseumawe. Penyebabnya sejumlah akses untuk menuju ke sana telah terputus. Setelah mencari-cari, akhirnya ia mendapatkan mobil sewaan berupa mobil minibus L300 plus jasa sopir, untuk menempuh 12-13 jam perjalanan dari Kota Medan menuju Lhokseumawe.

Setelah memasuki Lhokseumawe, Arbas mengaku mulai menemui kerumunan-kerumunan warga guna menanyakan perihal kejadian yang baru saja terjadi. Sejumlah warga mengaku bahwa ada bencana air bah besar di Banda Aceh, dan korban dikabarkan sudah mencapai sekitar 5000 orang.

Setelah sampai di Lhokseumawe, Arbas mengaku mulai bertemu beberapa fotografer dari sejumlah media, yang tiba di Lhokseumawe bersama rombongan Kasad. Setelah berbincang dengan mereka, akhirnya ia sepakat untuk memberikan tumpangan mobil sewaan yang ditumpanginya itu kepada para fotografer tersebut, sekaligus mendapatkan teman-teman seperjalanan yang seprofesi untuk sama-sama bertugas.

Saat tiba di Banda Aceh pada waktu subuh (28/12/2004), atau tepat 2 hari pasca-kejadian, Arbas mengaku rombongannya itu langsung dibuat merinding sekujur badan, karena melihat gelimpangan mayat yang begitu memilukan di berbagai tempat.

Mereka kemudian berhenti sekitar 200 meter dari Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Dengan kondisi masih terhenyak akan kondisi memilukan yang ada, mereka mulai melihat-lihat kondisi di dalam masjid, dimana begitu banyak warga yang berhasil selamat dari terjangan tsunami, yang masih tertidur bersama mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam masjid.

Arbas dan kawan-kawan sesama fotografer langsung bekerja mengambil gambar-gambar yang mereka butuhkan sebagai laporan. Dirinya mengaku, saat itu ia dan kawan-kawan fotografer lainnya seakan tak kuat melihat semua pemandangan yang begitu memilukan tersebut, hingga mereka terlihat sekedarnya saja mengambil gambar sesuai kebutuhan laporan.

Karena keterbatasan segala sesuatunya, terutama dalam hal jaringan internet untuk mengirimkan laporan dan foto-foto yang mereka ambil di Banda Aceh, selama beberapa hari itupun mereka terpaksa harus bolak-balik Lhokseumawe-Banda Aceh, guna melakukan tugas peliputan pemotretan kondisi, dan mengirimkan hasilnya dari Lhokseumawe.

Arbas menuturkan prosesi penguburan mayat secara massal pertama di wilayah Ulee Lheu tersebut, dimana lubang besar seluas 50 meter persegi dibuat untuk mengubur mayat-mayat yang sudah mulai membusuk. Dirinya menuturkan, prosesi penguburan massal itu dilakukan dengan ala kadarnya, karena tidak memungkinkan untuk dilakukan prosesi formal penguburan dengan mayat yang berjumlah ribuan tersebut.

Arbas bahkan menceritakan, saat penguburan massal pertama di wilayah Ulee Lheu tersebut, mayat-mayat yang jumlahnya sangat banyak itu langsug dimasukkan begitu saja ke lubang, dengan kondisi pakaian bahkan perhiasan lengkap seperti saat meninggalnya.
"Saat itu lah saya mencoba turun sedikit ke arah lubang, untuk mengambil gambar deretan mayat yang sudah siap diuruk tanah tersebut. Karena sedikit terpeleset, akhirnya saya nggak sengaja menginjak rambut dari seorang mayat perempuan, hingga rambut-rambut tersebut mengelupas dan terlepas dari batok kepalanya," tutur Arbas.

"Ternyata setelah hari ke delapan saya pulang dan sampai Jakarta, entah kenapa saya mulai merasakan keranjingan minum-minuman keras tanpa sebab. Sampai saat saya ketemu teman yang paham hal-hal mistis, dia bertanya:
'Di belakang kamu ada siapa? Kayaknya ada cewek berjilbab hitam ngikutin kamu?' kata teman saya itu.

Saya kaget, akhirnya saya ceritakan bahwa saya habis liputan ke Aceh. Maka teman saya itu melakukan mediasi kepada makhluk halus berupa arwah wanita berjilbab hitam itu, hingga akhirnya mengetahui bahwa ia mengikuti saya hanya untuk meminta bantuan menghubungi keluarganya yang masih hidup. Tapi karena saya nggak mengerti apa-apa, jadi itulah penyebab benturan energi sehingga pikiran saya jadi kacau dan akhirnya keranjingan minum-minuman keras tanpa sebab," ujarnya.

Selain kisah di atas, terdapat banyak sekali kisah dramatis yang tersingkap dari perjuangan rakyat Aceh untuk tetap hidup di tengah terjangan gelombang besar. Seperti yang dikisahkan salah satu korban selamat bernama Rahmi, warga Lambaro Skep, Kuta Alam, Banda Aceh. Saat gelombang tsunami menerjang, Rahmi masih berusia 12 tahun. Ia selamat dari terjangan gelombang karena berhasil memanjat ke atap lantai dua rumah tetangganya bersama ibu dan adiknya.

Meski berhasil selamat, perasaan bersalah selalu menghantui Rahmi. Sebab, ia tak mampu menyelamatkan nyawa seorang anak perempuan yang sempat meminta tolong kepadanya. Anak perempuan tak dikenal itu akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa tak jauh dari rumah tempat Rahmi dan keluarganya menyelamatkan diri. Rahmi nyaris saja kehilangan ayanda tercinta. Karena saat tsunami melanda, ayah Rahmi terseret dan hilang ditelan gelombang.

Ayah Rahmi berhasil lolos dari maut berkat pertolongan jeriken minyak yang ditemukannya secara tak sengaja saat dirinya diombang-ambing gelombang. Setelah seluruh keluarga berkumpul, mereka lalu pergi mencari bantuan ke Masjid Baiturrahman.

Rahmi dan keluarga pun memutuskan untuk tinggal di masjid itu. Selama berada di masjid, hampir setiap waktu Rahmi menyaksikan warga mengembuskan napas terakhirnya.

Derita Rahmi dan keluar tak berakhir sampai di situ, karena usai tsunami surut, kerap muncul isu tsunami susulan yang membuat panik seluruh orang yang berada di masjid. Isu itu ternyata sengaja diciptakan orang yang ingin menjarah harta milik pengungsi yang mengungsi di masjid.

Saat itu, kondisi Aceh benar-benar kacau. Di setiap tempat terdapat jenazah dalam kondisi mengenaskan. Penduduk yang berhasil selamat pun tak mampu menyelamatkan korban yang terluka hingga akhirnya banyak korban luka yang meninggal dunia, karena tidak mendapatkan perawatan medis. Nyaris tak ada lagi makanan yang bisa dimakan. Air bersih pun tak tersedia hingga kelaparan pun melanda. Bantuan datang setelah tiga hari usai tsunami mereda. Penyelamat yang pertama kali tiba di Aceh adalah pasukan TNI.

Meski duka itu sudah 10 tahun berlalu, Rahmi dan keluarganya masih belum bisa melupakannya. Hingga saat ini, Rahmi masih belum mengetahui keberadaan nenek dan sanak saudaranya.

Dari beberapa kisah di atas, tragedi tsunami Aceh memang menyimpan beragam cerita yang tentunya sebagian orang sebut itu aneh tapi nyata. Kisah janggal itu sendiri dituturkan dari para korban yang selamat. Mungkin bisa dibilang keajaiban selalu ada di setiap musibah. Akhirnya dari salah satu kisah tersebut menjadi buah bibir masyarakat dunia.

Lalu apa saja kisah-kisah tersebut, berikut kami merangkum 5 kisah aneh tapi nyata saat Tsunami Aceh 10 tahun silam.


1. Diselamatkan ular raksasa

Kisah pertama datang dari seorang wanita bernama Ummikasum. Dia merasa bursyukur bisa bertahan hidup setelah bencana tsunami melnada kampung halamannya 10 tahun silam.

Kisah Ummikasum memang seperti tak masuk akal, namun ini sebuah kisah nyata. Saat tsunami memporak-porandakan Aceh, nyawanya bisa selamat setelah ditolong oleh seekor ular.

Ummikasum yang akrap disapa Maksum berprofesi sebagai juru memandikan mayat dan bidan kampung. Pekerjaan ini sudah dilakoninya selama 35 tahun.

Maksum yang saat ini berusia 60 tahun memang tak mengingat persis bagaimana bisa diselamatkan ular tersebut. Namun seingatnya saat hantaman gelombang tsunami ini yang mencapai ketinggian gelombang sebatang pohon kepala tua itu datang dirinya tidak sadarkan diri lagi. Sehingga dia tidak bisa menceritakan bagaimana cara dirinya digulung oleh gelombang tsunami.

Akan tetapi tiba-tiba dirinya sudah berada di daerah jembatan Krueng Cut yang berjarak sekitar 800 meter dari rumahnya. Saat itulah dia baru sadar, bahwa bersamanya ada seekor ular besar yang melilit tubuhnya. Kepala ular tersebut menjulur ke arah wajah Maksum. Namun saat itu, Maksum tidak sedikit merasa takut.

Justru Maksum mengaku, sempat berbisik dengan suara nada lemas, meminta agar bisa diselamatkan ke daratan.
"Saya bilang waktu itu, tolong selamatkan saya ke darat," ucapnya dengan bahasa Aceh.
Lantas, ular itu mengantar ke darat langsung bergerak dan menenggelamkan dirinya dalam sungai dan lagi-lagi tiba-tiba dirinya sudah berada di jembatan Lamnyong, Darussalam dengan Jaraknya sekitar 300 meter.

2. Kubah tsunami dan pria berjubah putih

Ada lagi kisah dari wara desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. menurut warga sekitar bukit tersebut, ketika gelombang tsunami menerjang ada kubah masjid yang terdampat hingga ke kampungnya. Padahal dari tempat semula di Masjid Jami Desa Lam Teungoh berjarak sekitar 2,5 Km dari kampung wara. Oleh warga sekitar kubah ini pun dinamakan kubah tsunami. Karena proses perpindahannya menurut warga karena gelombang tsunami.

Terdamparnya kubah ini di tengah-tengah persawahan dan berada di lereng gunung menyisakan banyak cerita mistis. Bahkan warga setempat meyakini ada kekuatan mistik hingga kubah ini terdampar sejauh itu.

Sriana (30), seorang pemandu yang telah bekerja setahun ini pernah menemukan tamu yang datang ke tempat ini berkelakuan aneh. Sekitar beberapa bulan lalu, dia mendapati seorang pengunjung paruh baya berdiri terpana saat melihat kubah tersebut.

Lantas, karena Sriana penasaran dengan tingkah laki-laki paruh baya ini, dia bertanya ada apa gerangan sampai ia termenung dan mengucapkan kalimah-kalimah Allah.
"Jadi saya tanya kenapa, lalu laki-laki paruh baya itu bilang ada yang membawa kubah ini oleh 3 orang beserban putih," kata Sriana.
Namun sayang, Sriana tidak ingat lagi nama laki-laki tersebut. Demikian juga tidak mengetahui keberadaannya. Karena laki-laki paruh baya itu datang sendiri saat itu. Sriana penasaran dengan perkataan laki-laki misterius ini, lalu dirinya kembali bertanya siapa sosok berpakaian serba putih itu sebanyak 3 orang.

Lalu laki-laki paruh baya itu menyebutkan, seorang ulama besar dan memiliki 2 murid yang selalu bersamanya, yaitu Hamzah Fansuri bersama kedua muridnya yang membawa kubah ini.

"Ini kan kisah mistis, tidak diperlu terlalu percaya, tetapi cukup kita jadi pengetahuan saja, karena bisa saja terjadi hal-hal unik seperti itu, tetapi jangan percaya 100 persen, timpalnya.

Sriana mengaku, tidak jauh dari Masjid Jami, Masjid tempat kubah ini semula ada kuburan seorang ulama besar di Aceh, Tgk Hamzah Fansuri bersama 2 muridnya. Makam tersebut, katanya, saat ini sudah dilakukan pemugaran dan bahkan banyak orang pergi berziarah. Makam ini banyak orang percaya adalah seorang ulama yang keramat dan memiliki ilmu keislaman yang tinggi.
"Di sana memang ada 3 kuburan, 1 kuburan Tgk Hamzah Fansuri, 2 muridnya, makam-makam ini terletak di Ujung Pancu," jelasnya.
Kisah Tgk Hamzah Fansuri memang banyak terjadi kontroversi. Meskipun sudah pergi empat abad lalu, nama harumnya bisa terkenang sampai saat ini. Hamzah Fansuri selain seorang penyair terkenal dan juga meninggal ajaran sufisme hingga menyebar ke daerah-daerah. Sehingga keberadaannya pun misterius, ada banyak pendapat dan beberapa lokasi kuburan yang dipercaya Tgk Hamzah Fansuri.

Kuburan pertama dipercaya ada di Desa Oboh, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam. Kemudian satunya lagi berada di di Desa Ujung Pancu, Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar dan pendapat terakhir berada di Makkah.

Sampai saat ini keberadaan pasti makam Tgk Hamzah Fansuri ini tetap misterius dan membuat banyak orang bingung. Kemudian kembali ada pengakuan Kubah Tsunami yang terdampar ini di tengah sawah Tgk Hamzah Fansuri dan kedua muridnya dengan menggunakan baju serba putih yang menyelamatkannya.

3. Kubah masjid ajaib

Warga Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar menamakan kubah ajaib itu Kubah Tsunami. Lantaran proses terhempasnya hingga belasan Km sehingga dianggap ajaib. Kubah inilah yang banyak diburu oleh wisatawan, terutama wisatawan asing untuk membuktikan dahsyatnya tsunami yang menerjang Aceh.

Untuk menuju ke tempat ini, harus melewati jalan yang belum beraspal sekitar 500 meter. Sebelum memasuki ke arena kubah dengan luas pekarangan sekitar 400 meter ini, terlebih dahulu mendapati sebuah kios yang berjualan pernak-pernik dan oleh-oleh milik Darmawan. Setelah memasuki dalam kawasan Kubah Tsunami, ada seorang wanita yang siap menyambut siapapun tamu yang datang.
"Banjir kemarin, karena hujan beberapa hari ini," kata Sriana (30), pemandu di Kubuh Tsunami mengawali pembicaraan.
Sejak sebelum tsunami, daerah ini merupakan persawahan warga. Saat tsunami menerjang Aceh, baru banyak orang mengunjungi daerah ini. Tentu punya alasan wisatawan datang yaitu ingin menyaksikan Kubah Tsunami yang terdampar dari Masjid Jami berasal dari desa Lam Teungoh. Jarak terdampar sekitar 2,5 Km dari tempat semula.
"Ada 7 orang selamat dalam kuba ini dan kubah ini ibarat kapal bagi mereka saat tsunami terjadi," jelas Sriana.
Kubah ini berbentuk bulat. Di dalam kubah ada cekungan yang terbuat dari semen. Di bawah kubah ada seperti lantai. Menurut Sriana, yang berbentuk lantai ini diperkirakan atap Masjid yang terlepas dan menjadi pondasi kubah ini yang berdiri kokoh.
"Diperkirakan bobot kubah ini sampai 80 ton," jelasnya.

4. Saat tsunami Masjid Rahmatullah tetap kokoh berdiri

Cerita lainnya adalah Masjid Rahmatullah di Lampuuk Nangroe Aceh Darussalam. Masjid ini masih kokoh saat tsunami menerjang masjid tersebut. Padahal saat tsunami datang, seluruh bangunan hancur dan terhempas hingga ratusan meter dan masjid Rahmatullah masih kokoh berdiri meski letaknya 500 meter dari bibir pantai masih berdiri dengan kokoh.


Masjid itu dibangun pada 12 September 1997 oleh Gubernur Aceh saat itu Syamsudin Mahmud. Masjid ini menjadi satu-satunya bangunan yang masih kokoh dari sebuah perkampungan di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Sebelum Tsunami, perkampungan ini dihuni oleh sekitar 6.000 jiwa. Kebanyakan berasal dari kelas menengah ke atas. Masyarakat di perkampungan ini kebanyakan karyawan PT. Semen Andalas Indonesia. Ada juga nelayan dan petani.

5. Hilang 10 tahun saat tsunami, ABG 15 tahun ditemukan di Malaysia

Menjelang peringatan 10 tahun tsunami Aceh, Pemerintah Aceh berhasil memulangkan seorang anak korban tsunami berusia 15 tahun dari Malaysia. Selama ini di Malaysia dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan juga korban trafficking.

Namanya Fanisa Rizkia (15) tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (19/12) sekira pukul 08.05 WIB disambut oleh Karo Humas, Pemerintah Aceh, Mahyuzar. Sedangkan yang menjemput Fanisa Rizkia di Malaysia ditugaskan oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah Kepala Dinas Sosial Aceh, Bukhari bersama rombongan.

Fanisa Rizkia dalam konferensi pers di depan awak media mengaku sangat senang bisa kembali ke Aceh. Meskipun dia tidak memiliki lagi keluarga, namun bahagia bisa menginjak kaki kembali di bumi Serambi Mekkah. Fanisa merupakan salah satu dari ribuan korban tsunami Aceh.
"Senang bisa kembali ke Aceh, saya tidak mau lagi balik ke Malaysia," kata Fanisa Rizkia di ruang VVIP Bandara SIM, Blang Bintang.
Selama di Malaysia, kata Fanisa Rizkia, dia sempat disiksa oleh pemilik agen Asraf penampung tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Bahkan agen Asraf tidak memberikan gaji hasil kerjanya.
"Kalau majikan baik, tetapi agen yang tidak baik, gaji gak dibayar, alhamdulillah sekarang sudah bisa pulang," terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Aceh, Bukhari yang ikut menjemput langsung ke Malaysia mengatakan, ini hasil kerja sama dengan Kedutaan Pemerintah Indonesia di Malaysia. Kedutaan menemukan TKI asal Aceh yang tidak memiliki dokumen yang lengkap.
"Hasil pemeriksaan dari Kedutaan kita terbongkarlah Fanisa korban tsunami, lalu kita komunikasikan untuk dipulangkan," tutupnya.
Bukhari menjelaskan, Fanisa juga korban trafficking selama 5 bulan di Malaysia. Sebelumnya Fanisa tinggal di Medan bersama ibu angkatnya bernama Sabariah, namun kemudian Sabariah meninggal dan keluarganya tidak menerima Fanisa, hingga dia hidup gelandangan di Medan sampai dijual ke Malaysia sekitar 5 bulan lalu.

Hingga saat ini, tragedi tsunami aceh patut kita jadikan pelajaran dalam menyikapi hal-hal duniawi yang masih dianggap salah di mata Yang Kuasa. Jadi, dari kesalahan itu, Allah SWT pun mengirimkan secuil peringatan agar kita senantiasa selalu tunduk pada perintah-Nya sekaligus merevisi perilaku kita dalam menjalani hidup ini.

Seorang Polisi Menilang Istrinya Sendiri yang Melanggar Lampu Merah

Hmm .. apa ada seorang polisi tega menilang istrinya sendiri yang jelas-jelas telah melanggar aturan lalu lintas demi melaksanakan tugas dan kewajibannya secara jujur? Ya, masih ada di dunia ini seorang polisi bersikap seperti itu. Ini adalah sebuah kisah nyata yang sangat menginspirasi, terutama bagi kalangan para polisi saat ini.

Film singkat berjudul "Mawar 86: Kisah Polisi Tegas Yang Menilang Istrinya Sendiri!" yang dipersembahkan oleh Forum Film Jambi telah meraih gelar Juara 1 dalam Police Film Festival ini.

Simak cuplikan berikut.

Sebuah hari yang biasa, dengan kemacetan dan kesemrawutan sebuah kota.


Seorang wanita bermotor berhenti sebelum lampu merah

Tapi tiba-tiba ada pemotor lain di depannya. Knalpot motornya terus menerus menderu dan mengeluarkan asap.

Merasa tidak tahan dengan asap knalpot tersebut, pemotor wanita itu nekad melanggar lampu merah

Seorang polisi menilangnya. Sempat sama-sama kaget, tapi sang polisi tetap menilang wanita ini.

Tapi, dari raut wajahnya kelihatan polisi ini tetap merasa bersalah.

Lalu, bagaimana cara polisi ini berbaikan dengan istrinya? Silakan lihat video selengkapnya berikut:
http://harissahaja.readthisstory.net/id-2068906

Join 8Share? Klik www.8share.com/daftar

Film singkat yang sangat menginspirasi buat para polisi saat ini. Semoga semua polisi bisa seperti tokoh di film ini. Sekian dan terima kasih :)

10 Tokoh Indonesia Paling Romantis Sepanjang Masa

Inilah 10 tokoh Indonesia paling romantis sepanjang masa yang berhasil dihimpun tim 8Share Indonesia, yang kami kumpulkan dari berbagai sumber. Ohya, kalau kebetulan kamu belum jadi member 8Share, silakan daftar di sini: www.the8share.com/indonesia

1. Chairil Anwar

Chairil Anwar merupakan seorang penulis puisi "Aku" yang sangat legendaris itu. Tahukah kamu kalau sepanjang hidupnya, Chairil dikenal ugal-ugalan. Matanya merah gara-gara jarang tidur, bajunya kusut lusuh, tubuhnya bau karena jarang mandi, tapi jangan salah — dia selalu bisa membuat cewek-cewek tergila-gila.

Tercatat nama Dien Tamaela, Sri Ajati, Ida, Tuti, Gadis Rasyid, Mirat, dan Roosmeini dalam persembahan puisi-puisinya, meskipun akhirnya ia kawin juga dengan ‘H’ alias Hapsah Wiraredja, seorang gadis asal Karawang.

Yang unik, Hapsah Wiraredja yang sempat menjadi istrinya ini dipanggilnya ‘Gajah’ karena memiliki tubuh yang bongsor.

2. Ismail Marzuki

"Di dalam lagu-lagu ciptaannya, Ismail Marzuki begitu jeli memilih kisah perjuangan dengan kisah kehidupan sehari-hari terutama percintaan, serta memadukan kisah-kisah percintaan diantara lagu-lagu perjuangan. Inilah yang terasa menjadi ciri khas pada lagu-lagu ciptaanya.

Lagu itu sendiri menjadi lebih hidup serta terasa segar di sepanjang masa. Dalam usia 30 tahun, ciptaan Ismail Marzuki mulai memperlihatkan bobot yang lebih berat dalam unsur melodi, syair dan intensitasnya serta kemahirannya dalam meleburkan perlambangan asmara dengan perjuangan untuk tanah air.

Hal ini terlihat pada tahun 1944 dengan lahirnya ciptaan yang berjudul ‘Rayuan Pulau Kelapa’ dengan melodi serta syairnya dengan bobot yang sudah matang.

3. Sjumandjaja

Di tangan tangan Sjuman telah lahir sekitar 30 skenario, dua diantaranya berhasil meraih Piala Citra, yakni untuk skenario film Laila Majenun (FFI 1976) dan Kerikil-Kerikil Tajam (FFI 1985). Sementara untuk kiprahnya sebagai sutradara juga kerap mencatat prestasi gemilang yakni dengan terpilihnya ia sebagai Sutradara Terbaik di ajang bergengsi Festival film Indonesia sebanyak tiga kali, masing-masing untuk film berjudul Budak Nafsu Fatima (FFI 1984), Si Doel Anak Modern (FFI 1977), serta Si Mamad (FFI 1973).

Sepanjang karirnya, Sjuman dikenal sebagai seorang di antara segelintir sutradara Indonesia yang tidak dapat 'didikte' oleh produser film. Sikap mandiri itu tampaknya mutlak bagi seorang Sjumandjaja, yang senantiasa ingin secara jelas menghubungkan film sebagai alat ekspresi pribadi dengan realitas sosial.
''Sayangnya, yang mengikuti dia tidak banyak,'' ujar D. Djajakusuma, budayawan dan sutradara film kawakan Indonesia seperti dikutip dari situs PDAT Tempo.

Di awal tahun 80-an, kondisi kesehatan Sjumandjaja mulai merosot. Pada 1984, setelah hampir sepuluh tahun menduda, Sjuman menyunting mantan perenang yang belakangan beralih profesi menjadi aktris, Zoraya Perucha. Waktu itu, pria yang mulai rajin mendalami agama ini mengaku telah putus asa dalam kesendiriannya.
''Tetapi, Tuhan rupanya berbaik kepada umatnya. Ia mengirimkan bidadari kepada saya,'' ujar mendiang mertua aktris Titi Sjuman itu.
Ia bahkan pernah berada dalam kondisi kritis namun masih dapat bertahan dan mencoba membuat film lagi berjudul Opera Jakarta yang dibintangi sang istri. Di penghujung pembuatan film tersebut, tepatnya pada 19 Juli 1985, Sjumandjaja menghembuskan nafas terakhir akibat menderita penyakit liver yang berkomplikasi dengan kadar gula yang tinggi.

4. Soe Hok Gie

Soe Hok Gie adalah salah seorang aktivis Indonesia keturunan tionghoa yang turut andil dalam penurunan kekuasaan Orde Lama. Lahir di Jakarta, 17 Desember 1942, Gie merupakan anak ke empat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet. Ayah Gie, Soe Lie Pit adalah seorang novelis. Gie kecil sering mengunjungi perpustakaan umum dan taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta bersama kakaknya, Soe Hok Djin.

Lahir dari keluarga penulis membuat Gie begitu dekat dengan sastra. Seorang peneliti menyebutkan bahwa sejak masih sekolah dasar (SD), Gie bahkan sudah membaca karya-karya sastra yang serius, seperti karya Pramoedya Ananta Toer.

Pada tahun 1969, bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru. Pada tanggal 8 Desember 1969, Gie bersama rekan Mapala UI memulai pendakian Gunung Semeru.

Sebelum berangkat, Gie sempat menuliskan catatannya:
"Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat".

Pada tanggal 16 Desember 1969, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 Gie meninggal di Gunung Semeru bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis, akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut.

5. Idris Sardi

Suara merdu biduan Anna Mathovani mengiringi pertemuan pertama Christine Hakim dengan Slamet Rahardjo di sebuah kereta. Dalam perjalanan menuju Jakarta, dua muda-mudi itu jatuh cinta.

Ini merupakan salah satu penggalan adegan dalam Cinta Pertama, film drama musikal Indonesia yang tersohor di era 1970-an. Kisah cinta Slamet Rahardjo (berperan sebagai Bastian) dan Christine Hakim (berperan sebagai Ade) begitu membuai para penonton.

Adegan demi adegan kian dramatis dengan ilustrasi musik dari Idris Sardi. Sang komposer dinilai mampu “menghidupkan” adegan film lewat ilustrasi musik karyanya. Tak salah apabila kemudian pria kelahiran 7 Juni 1938 itu meraih Piala Citra kategori Tata Musik Terbaik dalam film Cinta Pertama.

Pada 1976, ayah dari aktor Lukman Sardi ini pernah memimpin orkestra Jepang dalam World Pop Song Festival di Tokyo. Saat itu, ia mengaransemen ulang lagu Renjana milik Guruh Soekarno Putra dan dinyanyikan oleh Grace Simon.
“Orang Indonesia yang menonton sampai merinding. Meski tidak menang, tapi masuk sampai semifinal,” ucap pengamat musik, Bens Leo, yang menyaksikan secara langsung momen bersejarah itu kepada VIVA.co.id.

6. Sophan Sophian

Kisah cinta Sophan Sophian dan Widyawati yang tak lekang meski sudah dipisahkan kematian, layak dicemburui.
"Cinta mereka enggak ada tandingannya. Kita patut cemburu dengan kisah cinta mereka," tutur Slamet Rahardjo pada suatu kesempatan.

Menurut aktor dan sutradara kawakan itu, Sophan dan Widyawati ibaratnya sudah seperti amplop dan perangko. Selalu menempel dan bersama-sama setiap waktu.

Sophan Sophian muncul pertama kali di layar putih untuk pertama kalinya sebagai pemain pembantu dalam film” Bunga-Bunga Berguguran pada tahun 1970. Ia kemudian menjadi terkenal dengan penampilannya dalam film Pengantin Remaja tahun 1971.

Dalam film karya Wim Umboh itu ia main sebagai pemain utama, bersama Widyawati yang kemudian menjadi istrinya. Setelah itu main dalam banyak film dan kebanyakan dengan pasangan tetap Widyawati.


7. Sutan Takdir Alisjahbana

Sutan Takdir Alisjahbana (STA) lahir di Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908. Beliau merupakan tokoh pembaharu, sastrawan, dan ahli tata Bahasa Indonesia.

STA masih keturunan keluarga kerajaan. Ibunya, Puti Samiah adalah seorang Minangkabau yang telah turun temurun menetap di Natal, Sumatera Utara. Puti Samiah merupakan keturunan Rajo Putih, salah seorang raja Kesultanan Indrapura yang mendirikan kerajaan Lingga Pura di Natal. Ayahnya, Raden Alisyahbana yang bergelar Sutan Arbi, adalah seorang guru.

STA menikah dengan tiga orang istri serta dikaruniai sembilan orang putra dan putri. Istri pertamanya adalah Raden Ajeng Rohani Daha (menikah tahun 1929 dan wafat pada tahun 1935) yang masih berkerabat dengan STA.

Dari R.A Rohani Daha, STA dikaruniai tiga orang anak yaitu Samiati Alisjahbana, Iskandar Alisjahbana, dan Sofjan Alisjahbana. Tahun 1941, STA menikah dengan Raden Roro Sugiarti (wafat tahun 1952) dan dikaruniai dua orang anak yaitu Mirta Alisjahbana dan Sri Artaria Alisjahbana.

Dengan istri terakhirnya, Dr. Margaret Axer (menikah 1953 dan wafat 1994), STA dikaruniai empat orang anak, yaitu Tamalia Alisjahbana, Marita Alisjahbana, Marga Alisjahbana, dan Mario Alisjahbana. STA sangat menghormati wanita, ia mengatakan bahwa wanita adalah motor penggerak dan pendukung dibalik kesuksesan seorang laki-laki.

8. Basuki Abdullah

Basuki Abdullah yang berjiwa romantis, melukis kuda pun menjadi cantik. Kesan beauty tersirat dari perindahan bentuk dan pemilihan warna yang cemerlang. Keindahan pada sebahagian besar lukisan Basuki Abdullah merupakan keindahan yang estetis obyektif ringan yang terkadang hampa dari pendalaman ekspresi.

9. BJ Habibie

Berikut ini adalah petikan surat terakhir B.J.Habibie untuk Alm.Ainun Habibie:

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang.
Sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,

kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan, calon bidadari surgaku ….

BJ.HABIBIE

10. Soekarno


Salah satu topik yang tak pernah terlewatkan saat membicarakan Soekarno adalah wanita dan kisah cintanya. Siapa yang tidak kenal dengan pria satu ini.

Sosok dengan wibawa, kharisma dan jiwa kepemimpinan yang begitu besar membuat ia memiliki daya tarik yang begitu kuat.

“Aku memuji Tuhan karena telah menciptakan makhluk-makhluk yang cantik seperti perempuan ini. Bukanlah suatu dosa atau tidak sopan kalau seseorang mengagumi seorang perempuan yang cantik. Dan aku tidak malu berbuat begitu, karena dengan melakukan itu pada hakikatnya aku memuji Tuhan dan memuji apa yang telah diciptakan-Nya. Aku hanya seorang pecinta kecantikan yang luar biasa.”

KISAH TRAGIS OEI HUI LAN, PUTRI ORANG TERKAYA DI INDONESIA

KISAH INI ADALAH KISAH NYATA PUTRI SANG RAJA GULA YANG IA TULIS DALAM BUKUNYA” TAK ADA PESTA YANG TAK BERAKHIR” . CUKUP MENARIK UNTUK DISIMAK DAN SEMOGA MEMBERIKAN ANDA ILHAM DALAM KEHIDUPAN.. OEI TIONG HAM ORANG TERKAYA DI ASIA TENGGARA Oei Tiong Ham, yang dijuluki Raja Gula dari Semarang pernah jadi orang terkaya di Asia Tenggara. Ia juga berdagang candu. Berlainan dengan Tjong A Fie, ia tidak dikenal sebagai dermawan.

Sekitar tiga dasawarsa yang lalu, putrinya Oei Hui Lan, bersama Isabella Taves, menulis memoar yang diterbitkan di Amerika Serikat. Dari buku berjudul No Feast Last Forever itu kita bisa tahu perihal kehidupan mereka, yang bisa membeli apa saja dengan uang mereka yang berlimpah.

Namun apakah mereka berbahagia ? Saya lahir di Semarang, Desember 1889 sebagai Oei Hui Lan, putri Oei Tiong Ham yang pernah dikenal sebagai Raja Gula dan oran terkaya di Asia Tenggara. Ibu saya istri pertamanya. Ibu hanya mempunyai dua orang anak, kedua duanya perempuan. Kakak saya Tjong....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1