Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

15 Kisah Menarik Jokowi Menjabat Sebagai Presiden

Semasa Joko Widodo atau Jokowi menjabat menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2014-2018, banyak sekali kisah menarik Jokowi yang bermunculan di media massa sekaligus bertebaran di media internet. Seperti halnya seorang publik figur, kepopuleran Jokowi kini menjadi trending topic dari sebagian besar media berita internet yang merangkum semua kegiatan Jokowi dalam menjalankan tugas negara yang diembannya.

Kali ini, kami akan memberikan rangkuman tentang 15 Kisah Menarik Jokowi Menjabat Sebagai Presiden. Berikut ulasan selengkapnya.


15 Kisah Menarik Jokowi Menjabat Sebagai Presiden



1. Jokowi jadi trending topic di Google Trend selama 2014

Google baru saja merilis daftar pencarian Google selama 2014 dalam chart google trends pada Selasa (16/12). Di Indonesia sendiri, Jokowi memuncaki dalam daftar pencarian Google selama tahun ini.

Momen Pemilu Presiden sendiri memang membuat perhatian masyarakat Indonesia dari awal 2014 hingga pertengahan tahun tak lepas dari sosok pengusaha mebel yang kini jadi Presiden RI ini.

Di posisi kedua, ada Prabowo yang menjadi calon presiden RI di Pemilu 2014 sekaligus pesaing Jokowi. Persaingan yang cukup panas antara Jokowi dan Prabowo di masa kampanye Pemilu 2014 memang sangat menyedot perhatian masyarakat.

Tak hanya di Google, Jokowi dan Prabowo pun sempat menjadi tokoh politisi yang paling dibicarakan di Facebook saat Pemilu lalu.

Selain itu, CPNS 2014, ISIS hingga single Sakitnya Tuh Disini milik Cita Citata yang terkenal berkat goyang dumang ini melengkapi posisi lima besar pencarian Google Indonesia di tahun 2014.

Berikut daftar lengkap penelusuran paling populer di Google Indonesia selama 2014.
  1. Jokowi
  2. Prabowo
  3. CPNS 2014
  4. ISIS
  5. Sakitnya Tuh Disini
  6. Nagita Slavina
  7. MH 370
  8. Pilpres 2014
  9. Kabinet Jokowi
  10. Ebola

2. Jokowi membahas hukuman mati pengedar narkoba dalam rapat

Presiden Joko Widodo alias Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla Saat memimpin rapat terbatas bersama beberapa menteri terkait di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/12). Dalam rapat yang berlangsung tertutup ini Presiden Jokowi membahas tentang hukuman mati yang akan diberikan kepada pengedar narkoba.

Dalam rapat tersebut juga dibahas tentang pengamanan Hari Natal dan Tahun Baru 2015, serta pemberdayaan nelayan.

Selain itu, Presiden Jokowi juga membicarakan pengamanan Hari Natal dan Tahun Baru 2015, serta pemberdayaan nelayan. Selanjutnya, Presiden Jokowi membahas tentang hukuman mati yang akan diberikan kepada pengedar narkoba. Namun sebelumnya, Presiden Jokowi telah menemui tokoh PBNU dan Muhammadiyah untuk meminta pendapat atas hukuman mati kepada pengedar narkoba.

Pemerintah segera melakukan eksekusi hukuman mati terhadap pelaku kejahatan terorisme dan penyalahgunaan narkoba. Terkait hal itu, hari ini Presiden Joko Widodo atau Jokowi pun menyambangi 2 ormas Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) untuk meminta saran.

Memandang dampak 2 kejahatan tadi, Muhammadiyah dan NU pun sepakat dengan rencana pemerintahan Jokowi menjatuhkan sanksi terberat berupa hukuman mati bagi para pelaku kejahatan tadi.
"Tadi memohon pandangan dan sumbang saran dari Muhamadiyah yang berkaitan dengan hukuman mati yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme," ujar Jokowi di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Rabu (24/12/2014).
Jokowi pun langsung menggelar rapat terbatas untuk membahas hukuman mati ini dengan Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, dan Kepala BNN di Kantor Kepresidenan.
"Sampaikan mengenai tidak adanya pengampunan untuk pengedar narkoba dan ini penting sekali kami sampaikan agar kita semuanya mempunyai pandangan yang sama terkait pemberantasan narkoba," ucap Jokowi saat membuka rapat terbatas.
Dan usai mengikuti rapat terbatas, Kapolri Jenderal Sutarman menyebut bahwa lembaga saat ini secara teknis sudah sangat siap menjalankan arahan dari presiden kapan pun diperlukan.
"Polri adalah eksekutor, penembak sudah kita siapkan. Berapa pun yang diminta, kita sudah siapkan yang diminta Bapak Jaksa Agung yang akan dilaksanakan di manapun polda-polda kita sudah siap," tegas Sutarman.
Namun, Sutarman menyebut hingga saat ini pihaknya belum menerima permintaan dari kejaksaan mengenai terpidana hukuman mati yang akan dieksekusi.
"Sampai sekarang belum, tadi dalam rapat disebutkan mengkin ada 4 yang akan dilakukan eksekusi," pungkas Sutarman.

Sama Seperti NU, Muhammadiyah Dukung Hukuman Mati

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyambangi Gedung Dakwah Muhammadiyah yang terletak di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat. Ia meminta pandangan dari organisasi itu mengenai pemberian hukuman mati bagi pengedar narkoba dan terorisme setelah mengunjungi Kantor PBNU.

"Tadi memohon pandangan dan sumbang saran dari Muhammadiyah yang berkaitan dengan hukuman mati yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme," ujar Jokowi di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Rabu (24/12/2014).

Selama sekitar 30 menit berdiskusi dengan pimpinan di ormas itu, Jokowi menyebut bahwa pandangan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) yang sebelumnya juga dimintai saran sama-sama setuju dengan hukuman mati bagi pelaku kejahatan tadi. "Sama (pandangan Muhammadiyah dan NU)," kata dia.

Khusus bagi pengedar narkoba, Jokowi berbicara lebih tegas. Pemerintahannya tidak akan memberikan keringanan kepada pelaku kejahatan yang menurutnya telah menghancurkan generasi bangsa.

"Setiap hari 40 sampai 50 orang generasi kita meninggal karena narkoba, itu harus dicatat. Sehari lho ya, bukan setahun, sehari ini," tegas Jokowi.

Mengenai kapan pemerintahannya akan memberlakukan hukuman mati bagi teroris dan pengedar narkoba, kata Jokowi itu merupakan hal teknis. "Itu urusan teknis. Nanti tanya kejaksaan," pungkas Jokowi.

Kejaksaan Agung akan mengeksekusi 6 terpidana yang terjerat hukuman mati. 4 di antaranya merupakan napi narkoba. "Yang saya dengar 6, 4 kasus narkoba yang akan dihukum mati. Jadi 6. Ini akan dilakukan segera karena Jaksa agung dan Menkumham sudah mengunjungi Nusakambangan," ujar Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdjiatno di kantor BNN, Selasa 23 Desember 2014.

3. Kaleidoskop Teknologi Juli: 'Duel' Prabowo-Jokowi di Dunia Maya

Bulan Juli 2014 merupakan bulan spesial bagi masyarakat Indonesia. Pesta demokrasi rakyat Pemilu (Pemilihan Umum) digelar pada bulan itu untuk menentukan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang baru periode 2014-2019.


Jauh sebelum Pemilu digelar, tim sukses Kubu Jokowi dan Prabowo sudah gencar menggelar kampanye. Kegiatan kampanye tidak hanya dilakukan secara offline, tetapi juga online. Pemilu kali ini terlihat begitu berbeda karena kedua kubu memaksimalkan platform internet untuk kegiatan kampanye mereka, termasuk lewat media sosial Twitter dan Facebook.

Kubu Prabowo dan Jokowi sama-sama kuat di media sosial. Untuk melihat tren popularitas kedua kandidat, sejumlah layanan pun bermunculan. Salah satunya layanan tracker pemilu bernama Facebook Suara Indonesia. Dengan layanan ini, pemilih dapat memonitor siapa calon presiden terpopuler berdasarkan jumlah mention yang di-posting di Facebook, data lokasi geografis serta waktu.

Sayangnya, layanan tracker ini tidak bisa membedakan sentimen positif dan negatif para kandidat. Aplikasi tracker ini dikembangkan Facebook bekerja sama dengan Bubu.com, salah satu agensi digital di Indonesia.

Selain itu, Facebook juga akan menyediakan tombol I'm a Voter sebagai penanda bahwa warga telah berpartisipasi nyoblos alias menyuarakan hak pilihnya pada pemilu nanti. Tombol I'm a Voter sengaja dirancang oleh Facebook guna mendorong warga memotivasi teman-teman mereka untuk memilih.

Dengan mengklik I'm a Voter, pengguna Facebook dengan cepat dapat berbagi postingan yang kemudian akan muncul pada news feed teman-teman mereka. Fitur ini tidak akan mengungkap apa atau siapa kandidat yang Anda pilih.

Via Game - 'Duel' Prabowo-Jokowi di Dunia Maya

Kampanye juga dilakukan lewat video game. Sepanjang masa kampanye, banyak beredar game berbasis Android di toko aplikasi Google Play Store yang menggunakan nama capres Jokowi dan Prabowo.


Salah satu game berbasis Android populer yang mengusung Probowo adalah 'Prabowo The Asian Tiger'. Di game ini gamer diharuskan berlari melewati berbagai rintangan dan medan sulit yang menantang. Keberhasilan akan dinilai dari seberapa jauh gamer mampu menavigasikan karakter Prabowo melewati rintangan-rintangan tersebut.

Lalu ada game Prabowo vs Zombie. Di game ini Prabowo terlihat mengenakan seragam Kopasus. Ia menghadapi sekumpulan zombie yang tiba-tiba saja menyerang Ibukota Jakarta. Tugas gamer adalah melindungi sebuah kota dengan menghambat serangan dari sekumpulan zombie. Karakter Prabowo yang gamer mainkan juga harus mengantisipasi jatuhnya korban jiwa dan harus menyelesaikan permainannya dengan menumpaskan sekumpulan zombie tersebut.

Sebelum Prabowo, game yang mengusung tokoh capres Jokowi sudah lebih dulu hadir di Google Play Store. Game berkarakter Jokowi yang cukup fenomenal adalah permainan bertajuk 'Jokowi Jumper'. Ada juga game 'Jokowi GO!'. Game ini sempat bertengger di peringkat atas serta masuk dalam tiga kategori, yaitu Top free arcade, Top new free games, dan Top free games.

Via Musik dan Video - 'Duel' Prabowo-Jokowi di Dunia Maya

Kampanye lewat musik dan video di YouTube juga gencar dilakukan. Google merilis data pencarian untuk lagu dan video musik kampanye di mesin pencarinya menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.


Pencarian untuk 'Lagu Jokowi' meningkat tajam. Pencarian yang berhubungan dengan musik untuk Joko Widodo (Jokowi) mencapai puncaknya hingga 400% sepanjang bulan Juni. Demikian pula dengan Prabowo. Pencarian terkait 'Lagu Prabowo' memuncak pada 25 Juni 2014, dengan lonjakan yang signifikan hingga 600%.

Menurut data dari Google, pada 4 Juli 2014, video 'Hentakan Semangat Prabowo-Hatta' menarik lebih dari 10.000 views. Sedangkan video 'Salam Dua Jari' menarik lebih dari 500.000 views, dan video 'Bersatu Padu Coblos No. 2' mendapat perhatian lebih dari 300.000 views.

Via aksi Hacking - 'Duel' Prabowo-Jokowi di Dunia Maya

Masa tenang jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, nyatanya tak menyulutkan niat berbagai pihak untuk meluncurkan kampanye negatif. Salah satunya adalah akun Twitter @garudaluka.


Akun bernama Garuda Luka meretas sejumlah website Indonesia seperti www.pks-jakbar.or.id, matahari.co.id, dan univ-ekasakti-pdg.ac.id. Dalam website yang diserangnya, Garuda Luka mengarahkan netter ke website garudaluka.com, yang berisi kampanye negatif terhadap Capres Prabowo Subianto.

Adapun di website Garuda Luka yang beralamat garudaluka.com, sang empunya memajang tagline 'Selamatkan Indonesia sekarang juga! Menjaga Bhinneka Tunggal Ika dari mafia dan penguasa'. Laman ini mencantumkan berbagai informasi negatif terkait Prabowo di masa lalu hingga saat ini.

Di hari pemilu, warga Twitter rama-ramai menyuarakan perubahan agar Indonesia menjadi lebih baik. Pada hari itu, trending topic Twitter Indonesia didominasi oleh topik Pemilu. Hashtag Rame2Celup2 Jari, VoteJokowiForPresident, electionday, serta Say No To Golput menjadi salah satu kata paling favorit di Twitter.

4. Kaleidoskop Politik: Jokowi Belah Lautan Manusia, Ahok Melaju

Inilah tahun paling sibuk dan mendebarkan. Kegaduhan politik terjadi sejak memasuki awal hingga akhir tahun. Peristiwa demi peristiwa politik terus terjadi, dari yang mengundang tawa, hingga mendebarkan, khawatir kerusuhan besar terjadi.

Dari awal tahun, sebagian orang mulai dari politisi, aktivis, artis, pedagang, hingga tukang parkir bersiap-siap mengikuti pemilihan anggota legislatif. Tak peduli latar belakang, asal percaya diri dan punya uang, mereka maju mencoba peruntungan di panggung politik.

Namanya pertarungan, ada kalah ada menang. Yang menang bergembira. Tapi yang kalah, tak sedikit dari mereka mengamuk, menjadi gila, dan bahkan menarik kembali bantuan yang pernah diberikan. Sampai-sampai genteng sebuah musala dipreteli, diambil kembali oleh caleg yang gagal menjadi anggota dewan.

Puncaknya saat pemilihan presiden di pertengahan tahun. Pilpres yang hanya diikuti dua pasang calon membuat suhu politik sangat panas. Masyarakat terbelah menjadi dua kubu: pendukung Pabowo-Hatta dan pendukung Jokowi-Jusuf Kalla. Perseteruan di antara dua kubu sampai merambah ke dunia maya. Facebook, Twitter, Path dan media sosial lainnya menjadi ' gelanggan perang' kata-kata di antara pendukung capres. Kampanye hitam pun merajalela.

Suhu politik terus memanas saat perebutan kursi ketua MPR dan DPR. Kemudian berangsur-angsur mereda setelah presiden terpilih Jokowi berpelukan dengan lawan politiknya, Prabowo Subianto. Masyarakat kembali mendapat kejutan saat Jokowi mengumumkan susunan kabinet. Salah satu menterinya, Susi Pudjiastuti, hanya lulusan SMP.

Di pengujung tahun, pengangkatan Ahok sebagai gubenur DKI Jakarta mengundang polemik. Sempat tersandung penolakan FPI dan sebagian anggota DPRD DKI, Ahok akhirnya melenggang sebagai DKI Jakarta I. Dia juga berhasil mewujudkan harapannya menggandeng Djarot Saiful Hidayat sebagai wakilnya.

Kaleidoskop Politik Jokowi: Februari

  • Penyadapan di Rumah Dinas Jokowi
Popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi semakin meningkat. Kehidupannya terlihat adem ayem.

Namun ternyata, dia diduga menjadi target teror. Ditemukan 3 alat sadap di rumahnya dan ban mobilnya ditemukan sobek secara tak wajar. Penyadapan pertama kali diungkapkan Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo. Tak cuma itu, kapal yang akan ditumpangi Jokowi ke Kepulauan Seribu tiba-tiba meledak. Namun, Jokowi tetap santai dan tak mau memperpanjang masalah.

  • Jokowi 'mengader' Ahok
Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengajak wakilnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok blusukan. Bagi Jokowi ini hal biasa. Tapi Ahok, ini blusukannya yang pertama.

Blusukan bareng itu pun memicu munculnya dugaan bahwa Jokowi menyiapkan Ahok sebagai pengganti karena dia akan dicalonkan sebagai presiden. Partai yang menaungi Jokowi, PDIP, terus mengelak soal pencapresan Jokowi. Pun begitu Jokowi, selalu diam saat ditanya soal pencapresan. Dia mengatakan, banyak kader PDIP yang juga pantas menjadi calon presiden.

Kaleidoskop Politik Jokowi: Maret

  • Jokowi Terima Mandat Jadi Calon Presiden
Kabar yang ditunggu-tunggu tersiar juga. Jokowi resmi maju menjadi calon presiden setelah diberi mandat oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Mandat itu diumumkan Jokowi di Rumah Pitung kawasan Marunda, Jakarta Utara, Jumat 14 Maret 2014 siang. Setelah menyatakan menerima mandat sebagai calon presiden PDIP, Jokowi mencium bendera merah putih di rumah si Pitung. Jokowi memilih Rumah Pitung karena merupakan simbol perlawanan.

  • Saling Sindir Prabowo vs Jokowi
Hawa politik terus memanas seiring pencapresan Joko Widodo oleh PDIP. Banyak cibiran, termasuk dari capres Prabowo Subianto.

Ketua Umum Partai Gerindra itu seolah menyindir Jokowi sebagai pemimpin yang suka berbohong dan tidak menepati janji untuk memimpin Jakarta selama 5 tahun. Seperti biasa, Jokowi tak terpengaruh. Dia cuma meminta para pengkritik menyampaikan pendapat dengan santun.

Kaleidoskop Politik Jokowi: April

  • Heboh Perjanjian Batu Tulis
Pencapresan Joko Widodo berbuntut panjang. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dianggap melanggar Perjanjian Batu Tulis antara PDIP dan Partai Gerindra.

Dalam perjanjian itu, disebutkan putri Bung Karno tersebut mendukung Prabowo pada Pemilu 2014, setelah Prabowo mendukung Mega pada Pemilu 2009. Senior PDIP Sidharto Danusubroto menyatakan, Perjanjian Batu Tulis sudah tidak berlaku secara moral etika. Perjanjian baru berlaku bila Megawati menang Pemilu 2009 dan terpilih kembali menjadi Presiden.

Kaleidoskop Politik Jokowi: Mei

  • Akta nikah Jokowi-Iriana Lawan Kampanye Hitam
Menjelang pemilihan presiden, kampanye hitam terus menyerang Joko Widodo. Salah satu serangan itu menyebut Jokowi berdarah China. Sebagai pengusung Jokowi, PDIP tak tinggal diam.

Dalam akun Facebook-nya, partai berlambang banteng moncong putih itu mengunggah fotokopi akta nikah Jokowi dan istrinya, Iriana. Dalam surat pernikahan tersebut, Jokowi dituliskan memberi seperangkat alat salat dan tafsir Al Quran kepada mempelai wanita.

  • Koalisi Gemuk vs Ramping
Hanya ada 2 pasang calon presiden dan wakil presiden yang menjadi peserta Pilpres 2014. Dua pasang calon itu adalah Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang didukung koalisi Partai Gerindra, PAN, PPP, PKS, Partai Golkar, PBB dan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang didukung PDIP, PKB, Nasdem, Partai Hanura, dan PKPI.

Dukungan ini menyebabkan perpolitikan di Indonesia terbelah menjadi dua kubu: pendukung Prabowo yang disebut koalisi gemuk dan pendukung Jokowi yang disebut koalisi ramping.

Kaleidoskop Politik Jokowi: Juni

  • Pembicaraan JK-Hatta saat Dipergoki Jokowi
Sebulan menjelang pemilihan presiden, dua pasang capres dan cawapres diadu kebolehannya menyampaikan visi dan misi mereka di depan rakyat melalui acara debat publik.

Debat yang diselenggarakan KPU ini berlangsung 5 kali, dan menjadi acara yang ditunggu-tunggu publik. Dari debat ini, muncul banyak cerita menarik. Di antaranya saat Jokowi memergoki cawapresnya Jusuf Kalla dan cawapres Hatta Rajasa berbicara sembunyi-sembunyi empat mata di sudut ruangan. Pembicaraan itu ternyata tentang siapa pemodal Tabloid Obor Rakyat, tabloid yang gencar menyebarkan kampanye hitam terhadap Jokowi.

  • Prabowo dan Jokowi di Mata Pengamat Asing
Pemilu Presiden 2014 yang hanya diikuti 2 pasang calon menjadi sorotan, termasuk oleh dunia luar.

Setiap tindak tanduk Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK menjadi pembicaraan dan pemberitaan. Peneliti politik internasional senior di Asia Institute, Universitas Melbourne, Australia, Dave McRae, mengakui turut mengamati visi dan misi dua pasang capres dan cawapres mengingat posisi Indonesia yang semakin penting di mata dunia.

Kaleidoskop Politik Jokowi: Juli

  • Memilih Presiden ke-7
Inilah hari yang paling ditunggu-tunggu dalam 5 tahun terakhir. Warga berbondong-bondong menuju tempat pemungutan suara, memilih capres dan cawapres idola.

Pertarungan pilpres tahun ini sangat ketat, karena hanya diikuti dua pasang calon yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Ketatnya pertarungan sampai-sampai memunculkan dua kelompok lembaga survei yang masing-masing memenangkan jagoannya dalam quick count atau hitung cepat.

  • KPU Umumkan Pemenang Pilpres
Setelah 13 hari menunggu ketidakpastian, Selasa 22 Juli pukul 21.05 WIB, KPU mengumumkan pemenang pilpres.

Pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Jokowi-Jusuf Kalla dinyatakan sebagai pemenang dengan memperoleh 70.997.883 atau 53,15% suara. Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diurutan kedua dengan memperoleh 62.576.444 atau 46,85% suara. Hasil ini langsung disambut suka cita oleh pendukung Jokowi-JK. Sebaliknya, kubu Prabowo-Hatta menggugat hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi.

Kaleidoskop Politik Jokowi: Agustus

  • Pasukan Baru Pengawal Jokowi
Pemandangan berbeda terlihat sehari setelah MK menolak gugatan Prabowo. Jokowi yang biasanya hanya dikawal 5 walpri, tiba-tiba dikelilingi belasan Paspamres setelah MK mengukuhkan kemenangannya.

Mobil dinasnya pun ganti kelas dari Kijang Innova menjadi sedan Mercedes-Benz. Awalnya Jokowi rikuh, dia mengaku merasa aneh dan bingung melihat banyaknya paspampres yang mengawalnya. Tak butuh waktu lama, akhirnya Jokowi terbiasa juga dikawal rombongan Paspampres.

Kaleidoskop Politik Jokowi: September

  • Ahok Mundur dari Gerindra
Riuh RUU Pilkada membuat Ahok menyatakan mundur dari Partai Gerindra. Dia kecewa dengan partainya yang mendukung pilkada melalui DPRD dan mematikan pilkada langsung.

Ahok menolak pilkada tidak langsung karena menganggap akan merugikan rakyat. Dia menilai jika kepala daerah dipilih DPRD, mereka hanya akan mementingkan anggota dewan dan mengesampingkan urusan rakyat. Pilihannya mundur dari Gerindra membuat Ahok dikecam sejawatnya di Gerindra.

Kaleidoskop Politik Jokowi: Oktober

  • Anggota dan Ketua Baru DPR
Sebanyak 555 dari 560 orang yang menang dalam pemilu legislatif dilantik sebagai anggota DPR periode 2014-2019.

Banyak wajah baru, tapi banyak juga wajah lama. Pelantikan ini dibayang-bayangi perebutan kursi ketua DPR dan MPR oleh 2 kubu yakni Kubu Koalisi Merah Putih dan Kubu Koalisi Indonesia Hebat. Benar saja, saat pemilihan ketua DPR dan MPR, Senayan ricuh, rapat paripurna beberapa kali ditunda yang berujung pada kemenangan kubu KMP.

  • Jadi Presiden, Jokowi Membelah Lautan Manusia Menuju Istana
Layaknya bagai sepasang pengantin, Jokowi-Jusuf Kalla diarak massa menggunakan kereta kuda ke istana setelah dilantik sebagai presiden dan wakil presiden oleh DPR.

Lautan manusia mengantar keduanya menuju istana. Inilah saat ketika warga beramai-ramai memasuki Istana Presiden secara bebas tanpa protokoler. Pelantikan Jokowi sekaligus melunturkan ketegangan politik, apalagi Prabowo akhirnya hadir dalam pelantikan. Enam hari setelah dilantik, Jokowi langsung mengumumkan susunan Kabinet Kerja.

Kaleidoskop Politik Jokowi: November

  • Lawatan Perdana Jokowi ke Luar Negeri
Presiden Jokowi dan rombongan mendarat di Beijing, Tiongkok. Kedatangan Jokowi ke Negeri Tirai Bambu untuk menghadiri KTT APEC.

Ini merupakan lawatan perdana Jokowi ke luar negeri setelah dilantik jadi presiden. Dalam kunjungan pertama ini, Jokowi juga mengunjungi Myanmar, dan kemudian Australia. Dalam kunjungan perdana, Jokowi berhasil menggandeng banyak pengusaha dunia untuk berinvestasi di Indonesia.

  • Ahok Jadi Gubernur DKI Jakarta
Setelah melewati jalan terjal, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akhirnya menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Dia menggantikan Joko Widodo yang terpilih sebagai presiden. Perjalanan Ahok menuju kursi DKI 1 penuh batu sandungan. Sejak awal namanya disebut menggantikan Jokowi, penolakan datang silih berganti. Penolakan keras dilontarkan Front Pembela Islam (FPI) dan juga lawan-lawan politiknya. Ahok tak gentar. Ia terus maju dan menjadi kepala daerah pertama yang dilantik Jokowi di Istana Negara.

Kaleidoskop Politik: Desember

  • Munculnya 2 Ketua Umum di Partai Golkar
Awal Desember diwarnai dengan memuncaknya perpecahan di tubuh Partai Golkar. Dua kubu yang bertikai masing-masing menggelar munas.

Kubu Aburizal Bakrie atau Ical menggelar Munas IX Golkar di Bali dan pada 3 Desember menunjuk secara aklamasi Aburizal Bakrie sebagai ketua umum lagi. Sedangkan lawan Ical, kubu Agung Laksono, menggelar munas di Ancol pada 8 Desember dan menunjuk Agung sebagai ketua umum.

  • Batal Jomblo, Ahok Lantik Djarot Saiful Hidayat Jadi Wakil Gubernur DKI
Sempat memicu pro-kontra sampai-sampai Presiden Jokowi mengeluarkan Keppres Nomor 114/P tahun 2014 tentang pengangkatan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akhirnya melantik Djarot Saiful Hidayat sebagai wakilnya.

Posisi wagub DKI sebelumnya diperebutkan PDIP dan Gerindra. Namun Ahok ternyata punya pilihan sendiri. Pada 17 Desember, dia melantik Djarot di Balai Agung, kantor Gubernur DKI Jakarta.

5. Harapan Presiden Jokowi dan SBY pada Hari Natal

Umat Kristiani seluruh dunia tengah merayakan Natal. Tak terkecuali di Indonesia, sejumlah gereja di tanah air dipadati umat Kristiani.

Presiden Jokowi melalui akun Facebook-nya tak lupa mengucapkan selamat Hari Raya Natal untuk seluruh rakyat Indonesia yang merayakan. Kedamaian pun menjadi harapan Jokowi.

"Kepada saudara-saudaraku umat Kristiani yang sedang merayakan hari Natal, Saya mengucapkan selamat hari Natal, Semoga Natal membawa kedamaian. Damai di langit, damai di bumi dan damai di hati," tulis Jokowi, Kamis (25/12/2014).

Selain Jokowi, Presiden ke-6 RI SBY juga punya harapan pada Hari Natal. Lewat Twitter, SBY menginginkan perayaan Natal menjadi bagian dalam membangun jiwa terang dan damai demi kehidupan bangsa.

"Saya & keluarga mengucapkan Selamat Natal kpd umat Kristiani di seluruh tanah air yang merayakan hari besar keagamaan ini. *SBY*," kicau SBY.

Semoga, harap SBY, perayaan Natal 2014 membawa kedamaian, kasih sayang, semangat toleransi dan kebahagiaan bagi seluruh umat Kristiani. "Sebagai seorang Muslim, saya mengajak utk makin memperkokoh kerukunan & membuat negeri ini tanah bagi kasih & persaudaraan. *SBY*."

SBY melanjutkan, di dunia banyak terjadi konflik dan kekerasan, karena hilangnya toleransi serta kurangnya sikap saling menghormati perbedaan. "Masih terjadi sikap & tindakan utk memaksakan nilai budaya, paham & keyakinan kepada pihak lain. Inilah yg harus kita tanggulangi. *SBY*," tutup Ketua Umum Partai Demokrat itu.

6. Jokowi Beri Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara di Sawah

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyerahkan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara kepada sejumlah tokoh yang berjasa dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan. Pemberian penghargaan itu dilakukan di pematang sawah di Balai Besar Tanaman Padi, Subang, Jawa Barat.

"Kelihatannya ada yang agak kecewa karena tidak ke Istana. Saya mengerti wong tiap hari ke sawah kok ke sawah lagi. Nanti saya undang ke Istana," ujar Jokowi di hadapan para penerima penghargaan merujuk pada acara pemberian penghargaan 2013 yang dilakukan di Istana Negara, di Subang, Jumat (26/12/2014).

Setelah menyerahkan penghargaan, Jokowi menekankan target swasembada pangan pemerintah dalam 3 tahun. Acara pemberian penghargaan ini rutin diselenggarakan setiap tahun, sejak 1979.

Jokowi menyayangkan Indonesia sebagai negara kaya yang sangat luas sawahnya, masih mengimpor sebagian jenis pangan utama, termasuk beras. Apalagi, muncul tawaran untuk membeli beras dari Vietnam.

Presiden selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan menyerahkan penghargaan tersebut kepada 8 gubernur yang dinilai sukses sebagai pembina ketahanan pangan.

Kedelapan gubernur itu, adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Nusa Tenggara Barat M Zainul Majdi, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis M H, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus.

Penghargaan bagi 10 Bupati/Walikota

Dalam kategori yang sama, turut memperoleh penghargaan 10 bupati/walikota dan 10 kepala desa dari seluruh Indonesia.

Sebanyak 10 bupati/walikota yang memperoleh penghargaan itu, adalah Wali Kota Depok, Jawa Barat, Bupati Siak, Riau, Bupati Pandeglang, Banten, Bupati Kulonprogo, DIY, Bupati Boyolali, Jawa Tengah, Bupati Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Bupati Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Bupati Pringsewu, Lampung, Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan Bupati Buru Selatan, Maluku.

Sebanyak 10 kepala desa yang memperoleh penghargaan adalah Kepala Desa Sumbermulyo, Bantul, DIY, Kepala Desa Mojokrapak, Jombang, Jawa Timur, Kepala Desa Sokokidul, Demak, Jawa Tengah, Kepala Desa Bunga Antoi, Merangin, Jambi, Kepala Desa Wiratama, Tulang Bawang, Lampung, Wali Nagari Aia Manggih, Pasaman, Sumatera Barat, Kepala Desa Juhut, Pandeglang, Banten, Kepala Desa Sembung, Badung, Bali, Kepala Desa Sukadana, Cianjur, Jawa Barat, dan Kepala Desa Sumber Karya, Lahat, Sumatera Selatan.

Selain kategori pembina, penghargaan itu juga diberikan untuk kategori pelopor ketahanan pangan, pemangku ketahanan pangan, pelaku ketahanan pangan, dan pelayanan ketahanan pangan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Ketahanan Pangan Winny Dian Wibawa dalam pengantar tertulisnya menyampaikan bahwa tujuan dari pemberian penghargaan itu, adalah memberikan motivasi kepada aparatur negara dan masyarakat luas untuk mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan.

Untuk menjaga kredibilitas dan independensi penilaian calon penerima penghargaan, katanya, proses pemilihannya melibatkan berbagai kalangan, antara lain akademisi, aparatur negara, dan lembaga swadaya masyarakat.

Pada 2014, dari 230 calon yang dinominasikan terpilih 94 penerima penghargaan selain penghargaan khusus bagi 4 gubernur yang sudah 3 tahun berturut-turut menerima penghargaan itu, yaitu Gubernur Jawa Barat, NTB, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.

Turut mendampingi Presiden Jokowi pada kesempatan tersebut, adalah Ibu Negara Iriana dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

7. Jokowi minta insinyur Indonesia tak cuma duduk di belakang meja

Presiden Joko Widodo geram pada insinyur Indonesia yang enggan turun ke lapangan. Menurutnya, untuk mencapai target swasembada pangan dalam 3 tahun, para insinyur harus pro aktif memberikan penyuluhan pada petani

"Insinyur-insinyur pertanian kita jangan di belakang meja, harus kembali ke lapangan, berikan bimbingan ke petani-petani kita," ujarnya saat acara 'Penghargaan Adikarya Pangan Nusantara 2014' di Desa Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Jumat (26/12).

Jokowi juga berjanji bahwa pemerintah akan memberikan bantuan berupa perbaikan irigasi, pemberian 69.000 traktor, subsidi pupuk dan benih, dan lain sebagainya.

"Hampir 52-an persen irigasi rusak dan itu yang harus diperbaiki," tuturnya.

Jokowi meminta para kepala daerah dan menteri pembantunya untuk bekerja keras mewujudkan swasembada pangan ini. Jika tidak, dia mengancam untuk tidak segan-segan memecatnya.

"Kalau bekerja dengan saya, ada target ada resiko," tegasnya.

8. Beri penghargaan di sawah, Presiden Jokowi disoraki

Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara 2014. Pemberian penghargaan dilakukan di tengah sawah, tepatnya di Balai Penelitian Tanaman Padi, Desa Sukamandi, Subang, Jawa Barat.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman membuka sambutannya dan berterimakasih dengan Presiden Jokowi karena mau menghadiri Penerima Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara 2014. Amran mengatakan ini pertama kalinya Presiden memberikan penghargaan langsung dilakukan di tengah sawah.

"Ini pertama kalinya Bapak Presiden memberikan penghargaan langsung hadir di tengah kita. Biasanya pemberian penghargaan dilakukan di istana," ujar Amran.

Namun, bukan pujian yang didapat, para peserta justru menyoraki hal itu. Sebagian yang lain tetap bertepuk tangan memberikan apresiasi.

Amran melanjutkan pemberian penghargaan yang langsung dilakukan di tengah sawah ini bukti bahwa presiden dekat dengan rakyatnya.

"Presiden kita berarti dekat dengan para petani, dengan rakyatnya," ujar Amran.

Jokowi memberikan penghargaan kepada 94 orang dari 230 nominasi. Penghargaan khusus diberikan kepada 4 gubernur yakni gubernur Jawa Tim, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penerima penghargaan mulai dari bupati, wali kota, kepala desa, lurah, camat, masyarakat yang berperan aktif dalam ketahanan pangan.

Jokowi hadir bersama Menteri PU Basuki Hadimuljono, Mentan Amran Sulaiman, Ibu Negara Iriana, dan Mensesneg Pratikno.

9. Presiden Jokowi: Kelihatannya ada yang kecewa tidak ke Istana

Setelah Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara 2014 di tengah sawah dengan beberapa warga yang hadir sempat menyorakinya, namun ada sesuatu yang terasa asing tampak dari mimik wajah Presiden Jokowi.

Jokowi menanggapi santai kejadian ini. Dia menilai wajar karena selama ini penghargaan selalu diberikan di Istana Negara.

"Kelihatannya ada yang agak kecewa karena tidak ke Istana. Saya ngerti, wong tiap hari ke sawah kok ke sawah lagi," kata Jokowi di Desa Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Jumat (26/12).

Jokowi pun berjanji akan mengundang masyarakat ke kantornya. "Nanti saya undang ke Istana, tapi gubernur, bupati, ndak usah. Masa presiden ngomong kok enggak percaya. Nanti Januari (undang ke Istana) catat mas," tuturnya.

Namun Jokowi mengapresiasi langkah Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mengusulkan agar pemberian penghargaan dilakukan berbeda. "Tapi saya sangat hargai apa yang telah diupayakan mentan," ungkapnya.

Seperti diketahui, Jokowi memberikan penghargaan kepada 94 orang dari 230 nominasi. Penghargaan khusus diberikan kepada 4 gubernur yakni gubernur Jawa Tim, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penerima penghargaan mulai dari bupati, wali kota, kepala desa, lurah, camat, masyarakat yang berperan aktif dalam ketahanan pangan.

10. Jokowi geregetan ditanya Presiden Vietnam soal impor beras

Presiden Joko Widodo mengaku kesal karena Indonesia masih harus impor beras. Seharusnya dengan kekayaan melimpah beras-beras lokal justru bisa menembus pasar asing.

"Saya terus terang sangat geregetan sekali negara yang sangat kaya, negara yang sangat luas sawahnya tapi masih impor," kata Jokowi di Desa Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Jumat (26/12).

Jokowi lalu teringat ucapan Presiden Vietnam di Asean Summit. Kala itu Jokowi ditanya soal pembelian beras dari Vietnam.

"Presiden Vietnam, di Asean Summit, ketemu saya, apa yang ditanyakan, 'Presiden Jokowi kapan beli beras lagi dari Vietnam'," ungkap Jokowi.

Setelah kejadian itu Jokowi langsung memanggil Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Dia pun memerintahkan agar masalah beras mendapat perhatian khusus.

"Oleh sebab itu begitu pulang saya panggil Mentan, saya tidak ingin seperti itu lagi," tandasnya.

11. Cerita Jokowi jajal traktor dan tantang petani Subang

Usai memberikan penghargaan Pangan Nusantara, Presiden Jokowi bersama rombongan melanjutkan agenda kedua. Jokowi menuju Desa Bojong Jaya, Kecamatan Pusaka Jaya, Subang Jawa Barat

Jokowi memberikan bantuan 1.099 unit traktor kepada para petani di sana. Saat tiba, puluhan traktor dengan 3 merek berjejer rapi di lapangan Pertamina, Bojong Jaya. Jokowi pun langsung mengecek dan menjajal traktor tersebut. Saat ingin menjajal, Jokowi dibantu petani setempat hingga mesin traktor itu nyala.

Kemudian, Jokowi, Ibu Iriana, Menteri PU Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman duduk di hadapan para petani disana. Sesi dialog pun dimulai.

"Kumaha Damang, sampu rasun?" sapa Jokowi.

Sontak petani dan masyarakat yang memenuhi tempat itu menjawabnya. Namun, Jokowi tak melanjutkan lagi bahasa sundanya, karena tak begitu fasih.

"Biasanya hanya dua itu saja, hehe. Gimana, gimana ada yang ingin disampaikan?" tanya Jokowi kepada ratusan petani yang sudah duduk berjejer bertatap muka denganya.

"Tetapi saya tadi sudah janjian dengan menteri, gubernur, bupati, wali kota, tahun depan Jawa Barat mempunyai kesanggupan untuk menambah produksi beras 2 juta ton. Sanggup? Siap?" tantang Jokowi kepada para petani.

Jokowi mengatakan sudah memberikan bantuan alat produksi traktor berjumlah 1.099 unit. Bahkan alat itu akan ditambahnya 3x lipat di tahun depan. Namun, jika target swasembada pangan dalam 3 tahun tak tercapai, Jokowi ingin semua menanggung risiko.

"Saya hitung betul ini. Kita beri traktor 1.099, tahun depan bisa tambah lagi 2-3x lipat. Janjian dengan pak gubernur dengan pak menteri kalau enggak bisa tambah 2 juta ton enaknya diapain?" tanya Jokowi.

12. Jokowi bagi-bagi sepeda, amplop dan buku untuk warga Subang

Dalam kunjungan kerjanya ke Subang, Presiden Jokowi tebar sumbangan untuk para petani dan warga desa. Saat mampir ke Pondok Pesantren Al-Ishlah di Desa desa Jatireja, Compreng, Kabupaten Subang, Jokowi membagi-bagikan hadiah untuk para santri.

Usai salat Jumat, Jokowi sempatkan berdialog dengan para santri. Jokowi melemparkan pertanyaan kepada mereka dan jika betul menjawab akan dapat hadiah.

Jokowi kemudian memberi pertanyaan yang bertema tentang pertanian. "Sebutkan burung apa saja yang ada di sawah?" tanya Jokowi.

Salah satu santri kemudian berteriak tahu jawabannya. Jawaban santri itu benar. Mantan wali kota Solo itu lalu memberinya sepeda. Ada sekitar 5 unit sepeda yang dibagikan kepada santri yang bisa menjawab pertanyaannya.

Usai membagi-bagikan hadiah kepada para santriawan dan santriwati, Jokowi lalu melanjutkan perjalanannya ke sodetan Tarum Timur, Desa Kiara Sari, Compreng, Subang. Selama perjalanan, mantan gubernur DKI ini sempat meminta pengawalnya untuk membagi-bagikan amplop putih berisi uang.

Jokowi membagi-bagikan amplop kepada para pak tani dan bu tani yang sedang berada di sawah mereka. Iring-iringan rombongan presiden sempat berhenti beberapa kali untuk memberikan amplop kepada warga setempat.

Selain amplop, Jokowi juga membagikan kaos dan buku tulis kepada anak-anak di sana. Beberapa warga dan petani sempat terharu setelah diberi oleh Jokowi.

Saat berkunjung ke lokasi lainnya, yakni lokasi pembangunan Jalan Tol Cikampek Palimanan di Kampung Cilameri, Desa Cisaga, Cibogo, Subang, Jokowi juga membagi-bagikan beras pulen 5 kg kepada warga setempat.

Di lokasi kelima yang dikunjungi Jokowi hari ini, warga sempat berebutan untuk mendapatkan beras. Hal itu sempat ditangani oleh polisi, warga pun berteriak terima kasih kepada Jokowi.

13. Jokowi & rombongan off road di proyek Tol Palimanan-Cikampek

Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Subang Jawa Barat hari ini. Ada sekitar lima agenda yang dihadiri Jokowi, dari mulai pemberian Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara 2014, penyerahan bantuan 1.099 traktor, ke Pondok Pesantren Al-Ishlah, ke lokasi sodetan Tarum Timur hingga peninjauan Tol Cikampek-Palimanan.

Kelima agenda itu masing-masing berbeda lokasinya. Namun, setelah melewati agenda kelima, yakni peninjauan proyek Tol Cikampek-Palimanan, tiba-tiba rombongan presiden pulang langsung menjajal pembangunan proyek tol tersebut.

Padahal proyek pembangunan jalan Tol Cikampek-Palimanan belum selesai betul. Kehadirannya itupun di luar agenda resmi kepresidenan, dan tampak kepala proyek nampak tak siap mengawal rombongan sang presiden dengan menggunakan mobil seadanya.

Rupanya sang presiden ingin meninjau langsung pembangunan Tol Cikampek-Palimanan yang panjangnya 116 km. Mobil kepresidenan yang membawa Jokowi berbelok ke proyek tol itu dari titik Cilameri. Kondisi jalanan yang baru 40 persen jadi itu sangat buruk.

Tampak besi-besi tiang pancang masih berada di sisi kanan dan kiri di jalan tol tersebut. Ada beberapa jalan yang masih berupa tanah, bahkan rombongan kepresidenan termasuk mobil yang dinaiki Jokowi kesulitan jalan karena tanah terlalu gembur dan basah membuat ban licin.

Sesekali mobil rombongan menapaki jalan yang berkerikil dan juga yang sudah dipasang aspal. Beberapa kali, mobil rombongan kepresidenan juga jalan menaiki tanah yang tinggi dan juga turun ke bawah lantaran ada jalan yang belum terhubung. Dampaknya pula, beberapa mobil rombongan bannya kelihatan kurang angin alias kempes akibat menjajal jalan yang belum jadi ini.

Akibat blusukan dadakan ini pula jarang terlihat polisi maupun tentara yang berjaga seperti biasanya di tiap titik. Bahkan, beberapa penduduk desa tampak melakukan aktivitasnya seperti biasa karena tak menyangka presiden akan lewat.

Sebelumnya, saat meninjau Lokasi pembangunan Jalan Tol Cikampek Palimanan di Kampung Cilameri, desa Cisaga, kec Cibogo, kab subang, Jokowi berjanji berjanji jalan tol Cikampek-Palimanan sudah bisa dilalui pada Lebaran tahun depan. Rencananya, pada April 2015, jalan tol tersebut sudah mulai diuji coba.

"Kita ingin mempercepat tol ini dari Cikampek ke Palimanan agar sebelum Lebaran sudah jadi. Tadi sudah disanggupin oleh investor, jadi. Saya catet itu," ujarnya.

Tol tersebut, kata Jokowi, berguna untuk memecah kepadatan arus mudik sepanjang Cikampek menuju Cirebon. "Jadi sebelum Lebaran sudah ada uji coba agar puasa bisa dipakai karena ini akan memecah kemacetan Cikampek. Jalur bisa dipisah Pantura dan tolnya," tuturnya.

14. Presiden Jokowi Sengaja Memilih Diam soal Kasus Paniai

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan, Presiden Joko Widodo telah bertemu dengan penentang kedatangan Presiden ke Papua.

Menurut rencana, Presiden Jokowi akan menghadiri perayaan Natal di Papua pada 27-28 Desember 2014. Akan tetapi, protes dilayangkan sejumlah aktivis atas rencana Jokowi berkunjung ke Papua karena sikap diam pemerintah atas penembakan empat warga sipil di Paniai, Papua pada awal Desember lalu.

Menanggapi kritik dan protes itu, Andi mengatakan, Presiden sudah bertemu dengan Ketua Sinode Kemah Injil Papua Benny Giay di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (26/12/2014). Kelompok ini salah satu yang menentang dan mengkritik rencana kunjungan Jokowi ke Papua.

"Sudah berbicara langsung dengan Presiden menjelaskan alasan penolakannya di antaranya bahwa presiden tidak mengeluarkan pernyataan apa-apa tentang kekerasan di Paniai. Sudah dijelaskan presiden," kata Andi, seusai pertemuan Presiden dengan KWI, PGI, dan Benny Giay, malam ini.

Andi mengungkapkan, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah saat ini masih menunggu investigasi lengkap dari TNI, Polri, dan tim independen.

"Presiden menyatakan bahwa memang Presiden memilih secara sadar untuk tidak mengeluarkan pernyataan tentang kekerasan tersebut, karena Presiden ingin betul-betul mencari satu solusi permanen untuk tanah Papua yang damai. Presiden tak ingin hanya melakukan pernyataan saja," kata Andi.

Terima tiga laporan

Menurut Andi, pemerintah sudah menerima tiga laporan kasus Paniai dari pihak independen yakni Sinode Kemah Injil Papua, Komisi Nasional Perempuan, dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI). Dari laporan-laporan itu, kata Andi, ada indikasi aparat melakukan tindakan di luar komando.

"Laporan awalnya mengindikasikan ada tindakan di luar komando yg dilakukan oleh aparat TNI/Polri. ada aemungkinan bahwa senjata dan amunisi yan menewaskan warga juga berasal dari milik TNI/Polri," kata dia.

Namun, pemerintah belum bisa mengambil sikap karena temuan itu harus diuji ke tahap analisis forensik yang masih berlangsung.

Andi juga menjelaskan bahwa muncul keinginan kelompok independen agar pemerintah membentuk tim pencari fakta seperti Komite Penyelidik Pelanggaran HAM (KPP HAM). Namun, Jokowi belum memberikan jawaban atas permintaan itu.

"Presiden menunggu dan ingin mendengar sendiri dari warga Papua. Sehingga saya sendiri tidak tahu apa yang ada di isi kepala Beliau. Kita tunggu saja tiga hari ke depan selesai kunjungan ke Papua," kata Andi.

15. Jokowi Diminta Hadirkan Damai Sebagai Kado Natal untuk Papua

Tokoh agama di Papua berharap Presiden Joko Widodo yang akan berkunjung ke Papua, 27-29 Desember 2014, akan berkomitmen menghentikan berbagai bentuk kekerasan sebagai kado Natal.

"Presiden Jokowi diharapkan menyampaikan niat dan komitmen untuk mengakhiri berbagai kekerasan yang mengorbankan nyawa baik warga sipil maupun aparat keamanan," kata Pater Neles Tebay, kepada Antara di Jayapura, Jumat (26/12/2014).

Pater Neles Tebay yang menjabat sebagai Kepala Sekolah Tinggi Fajar Timur (STFT) Abepura itu, juga berharap Presiden Jokowi mendukung inisiatif masyarakat sipil di Papua di bawah pimpinan Forum Konsultasi Para Pimpinan Agama (FKPPA) Papua yang sedang berjuang menjadikan Papua tanah damai.

Dengan terwujudnya Papua sebagai tanah damai maka tidak perlu lagi terjadi aksi kekerasan. Menurut koordinator jaringan damai Papua (JDP) itu, Presiden Jokowi juga sebaiknya mengajak semua pemangku kepentingan untuk terlibat dalam upaya membangun Papua yang damai dan sejahtera.

Presiden Jokowi yang akan menghadiri perayaan Natal nasional di Jayapura juga diharapkan mengutamakan dialog dengan semua pihak serta menunjuk salah satu menteri sebagai penanggung jawab terhadap seluruh proses dialog hingga selesai.

Perayaan Natal nasional yang dipusatkan di Jayapura itu dijadwalkan berlangsung Sabtu (27/12) malam, bertempat di lapangan Mandala Jayapura.

Well, demikian ulasan kami mengenai 15 Kisah Menarik Jokowi Menjabat Sebagai Presiden. Terima kasih telah membaca postingan kami. Jangan lupa Like & Share artikel ini yaa :)

Faksi Jokowi dan Prabowo Subianto Saling Adu Kuat

Faksi Jokowi dan Prabowo Subianto Saling Adu Kuat - Kendati Amien Rais, pendiri sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) terang-terangan tidak mendukung Joko Widodo (Jokowi), di internal partai berlambang matahai ini banyak berharap Jokowi bisa diusung untuk bersanding dengan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa di Pilpres 2014 mendatang. Hal ini tak lepas dari pamor Jokowi yang terus meroket sebagai pemimpin impian di Indonesia.

Selain Jokowi, nama ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga banyak dibicarakan oleh internal PAN. Kondisi ini membuat PAN terbelah. Dikabarkan bahwa faksi Probowo di tubuh PAN adu kuat untuk menyandingkan jagoan masing-masing dengan sang Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa. Sekjen PAN, Taufik Kurniawan, membenarkan adanya faksi-faksi di tubuh PAN. Namun, dia menegaskan bahwa jumlahnya tidak hanya dua.
"Saya bisa mengatakan tidak hanya ada dua faksi, semua faksi capres ada di PAN, tapi keputusan finalnya ada di rakernas. Jadi, wacana terbuka dengan semua tokoh," kata Taufik.
Adanya neragam dukungan terhadap suatu tokoh, yang kemudian dikaitkan dengan Hatta Rajasa, mtaufik menilai hal tersebut sebagai hal yang wajar. Sudah seharusnya nama-nama tokoh potensial di Pilpres 2014 dilirik oleh partai politik.
"Urusan capres sudah selesai. Pak Hatta satu-satunya capres PAN," ungkap Taufik.
Taufik menegaskan suara PAN sudah bulat untuk mengusung Hatta Rajasa di Pilpres 2014 mendatang. Hal itu diputuskan berdasarkan permintaan dari kader PAN pada rakernas 2011 lalu.

Komisi IV Paling Malas Membahas RAPBN

Keseriusan anggota DRP dalam pembahasan Rancangan APBN 2014 patut dipertanyakan. Hasil pemantauan Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Setnas Fitra) menunjukkan bahwa rata-rata kehadiran anggota DPR dalam sidang pembahasan anggaran hanya 35%. Pemantauan dilakukan terhadap 93 sidang anggaran, baik di tingkat badan anggaran (banggar) maupun komisi-komisi DPR, dalam rentang waktu 16 Agustus sampai dengan 12 September 2013.

"Ini mengindikasikan ketidakseriusan DPR dalam membahas anggaran. Anggota DPR mulai sibuk persiapan dalam pemenangan Pemilu 2014," ujar Koordinator Advokasi Seknas, Fitra Muhammad Maulana dalam paparan di Kompleks Parlemen kemarin (24/9/2013)

Terdapat beberapa temuan terkait kehadiran dalam sidang anggaran itu. Maulana menjelaskan bahwa peserta sidang yang hadir itu-itu saja dan yang tidak hadir juga demikian. Lalu, rapat tidak serius yang diperlihatkan dengan peserta bergantian keluar masuk.

"Tanda tangan di akhir sidang penuh, padahal di awal dan pertengahan sepi. Ini siasat untuk membuat seolah-olah kuorum," terangnya.

Belum lagi anggota yang titip tanda tangan kepada staf ahli. Di antara sebelas komisi di DPR, tingkat kehadiran paling tinggi anggota komisi dalam pembahasan anggaran adalah komisi V dengan persentase mencapai 68%. Sementara itu, yang paling rendah adalah komisi IV sebesar 3%. Setnas Fitra juga menemukan 22% sidang pembahasan anggaran dilakukan secara tertutup. Padahal, mandat konstitusi, pembahasan anggaran dilaksanakan secara terbuka.

Dengan kondisi itu, publik merasa dikecewakan oleh anggota DPR yang tidak melaksanakan kewajibannya. Selain dugaan bahwa politik lebih disibukkan persiapan Pemilu 2014 yang inkonstitusional rawan digugat melalui Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Batalnya Pelantikan Ruhut Sitompul Sebagai Ketua Komisi III DPR

Politisi dari Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, batal dilantik sebagai Ketua Komisi Hukum DPR setelah sidang kemarin. Sejumlah fraksi sepakat mengembalikan nama Ruhut ke partai Demokrat untuk dikaji ulang selama satu minggu.

Si Raja Minyak tidak berkutik kala sidang yang penuh kontroversi dan interupsi kemarin. Berbagai interupsi dan perdebatan mewarnai sidang pleno yang semula diagendakan untuk melantik politisi partai Demokrat, Ruhut Sitompul sebagai Ketua Komisi III DPR di gedung DPR, Jakarta.

Banyaknya penolakan membuat pimpinan sidang menghentikan sidang untuk dilakukan lobi antar fraksi. Hasil dari lobi antar fraksi tersebut memutuskan tidak diadakan voting, tetapi nama Ruhut dikembalikan ke Partai Demokrat untuk dikaji ulang selama satu minggu.

Menanggapi penolakan tersebut, Ruhut merasa hanya segelintir orang saja yang menolak dirinya dilantik.

Ruhut dinilai oleh sejumlah anggota Komisi III tidak layak memimpin Komisi III dikarenakan pernyataannya kerap mengundang kontroversi. Namun, partai Demokrat tetap mencalonkan Ruhut Sitompul sebagai Ketua Komisi III DPR.