Fenomena Hutan Teraneh di Bumi

Fenomena Hutan Teraneh di Bumi - Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia. Namun, sudah tak asing lagi bukan dengan ungkapan bahwa hutan adalah paru-paru Bumi? 9,4% dari total wilayah di bumi ini adalah bentangan hutan belantara. Beberapa hutan tersebut memeliki konsep ekosistem yang unik, aneh, dan menarik.

Pada saat melangkahkan kaki ke dalam sebuah hutan yang pepohohannya tua-tua, seketika itu juga serbuan udara segar mengisi paru-paru Anda. Perasaan menjadi gembira, tak lama kemudian mulai menyadari tentang kehidupan yang mengelilingi Anda. Tentunya di dalam hutan, Anda tidak pernah tahu apa yang menunggu di sudut hutan tersebut. Dan pastinya, Anda akan menemukan serta menyaksikan hal-hal baru untuk pertama kalinya. Disana Anda akan menemukan kedamaian dengan alam dan juga Anda akan keluar dari dunia teknologi dan belajar apa jadinya hidup di dalam tanah tersebut.

Berikut ini adalah fenomena hutan teraneh di bumi :

Fenomena hutan teraneh di bumi


Fenomena Hutan Hoia-Baciu

Hutan Hoia-Baciu terletak di kota Cluj-Napoca, Romania. Oleh penduduk setempat hutan ini sering disebut sebagai "Segitiga Bermudanya Romania" karena terkenal dengan adanya aktivitas paranormal. Julukan tersebut diberikan setelah seorang penggembala menghilang di area tersebut bersama dengan dua ratus kambingnya. Hampir semua orang yang tinggal dekat hutan tersebut takut untuk memasuki hutan ini. Mereka percaya bahwa orang yang masukke dalam hutan tersebut tidak akan pernah kembali. Banyak penduduk lokal yang pergi ke hutan tersebut mengeluhkan gangguan fisik seperti bintil-bintil merah pada kulit, mual-mual, muntah, migrain, luka bakar, luka goresan, gelisah dan sensasi-sensasi tubuh yang tidak biasa lainnya. Karena itulah, hutan ini dianggap hutan terlarang oleh penduduk setempat.

Fenomena Hutan Ardennes

Ardennes adalah sebuah wilayah yang memiliki banyak hutan dan perbukitan yang sangat luas yang membentang dari Belgia, Luxemburg, hingga Prancis ini terdiri dari area hutan, perbukitan dan pergunungan. Wilayah ini kaya akan kayu, mineral, dan margasatwa. Ardennes memiliki posisi strategis di Eropa. Untuk alasan ini, sejumlah besar pertempuran terkenal telah terjadi di atas wilayah ini. Ardennes kini telah mengalami banyak perubahan. Lokasinya yang strategis di kawasan Eropa menjadikan Hutan Ardennes sebagai lokasi perang.

Pada abad ke 20, Ardennes dianggap tidak cocok bagi operasi militer skala besar, namun pada Perang Dunia I dan II, Jerman mengambil resiko dengan membuat jalan lintasan melalui area tersebut untuk menyerang Perancis dan akhirnya berhasil dengan gemilang.

Fenomena Hutan Dark Entry

Di desa Dudley (yang berarti Desa Terkutuk) adalah sebuah desa berhantu di Cornwall, Connecticut. Desa ini merupakan sebuah hutan yang sangat lebat dengan daerah yang bebatuan dan terletak di dalam bayangan tiga gunung yang terpisah yakni Gunung Bald, Gunung Woodbury dan The Coltsfoot Triplets. Dikarenakan oleh pohon-pohon yang sangat lebat dan tinggi, hutan ini diberi nama "Dark Entry Forest". Wilayah ini secara tidak resmi terletak di sebuah hutan negara bagian Connecticut, namun terletak di atas lahan pribadi dekat Mohawk State Forest dan Mohawk Trail.

Dan Sesuai namanya, begitu memasuki hutan ini pengunjung akan disuguhi keadaan yang gelap gulita. Berbagai mitos seram pun berkembang di penduduk sekitar mengenai hutan ini.

Fenomena Hutan Trillemarka - Rollagsfjell

Hutan Trillemarka - Rollagsfjell merupakan salah satu hutan Reservasi alam seluas 147 Km. Berlokasi di Buskerud, Norwegia hutan ini dibawah wewenang pemerintah setempat. Hutan ini dibuat pada tanggal 13 Desember 2002 dan terletak di area-area pegunungan antara Nore di Numedal dengan Solevann di Sigdal. Di dalam Trillemarka-Rollagsfjell juga terdapat hutan belantara kuno Norwegia. Lahan tersebut memiliki ke semua kualitas hutan asli Norwegia, seperti lembah, sungai, danau, dan pohon-pohon yang sangat tua dan belum tersentuh. Trillemarka-Rollagsfjell juga merupakan habitat bagi 93 spesies yang terancam punah.

Fenomena Hutan Wuda Kuno

Pada bulan Februari 2012, para ilmuwan di China utara mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan rekontruksi ulang sebuah hutan kuno yang ditemukan terkubur di bawah lapisan tebal abu vulkanik di dekat wilayah Wuda, Mongol. Hutan seluas 20 kilometer persegi ini terkubur setelah letusan besar gunung berapi 298 juta tahun lalu yang lalu menjatuhkan sejumlah besar lava dan abu pada hutan tersebut. Telah ditemukan juga bahwa ledakan tersebut berasal dari sebuah gunung berapi besar yang letaknya sekitar 100 kilometer dari tempat tersebut. Letusan gunung berapi tersebut meninggalkan sebuah lapisan abu setebal 66 cm.

Fenomena Hutan Chestnut Hills (Perbukitan Kastanye)

Chestnut blight (kutukan kastanye) adalah sebuah penyakit membinasakan yang telah menyerang pohon kastanye Amerika dan menyebabkan kepunahan massal pohon ini di Amerika Serikat bagian timur. Penyakit ini secara tak sengaja menyerang Amerika Utara sekitar tahun 1900, melalui impor kayu kastanye atau melalui impor pohon kastanye. Sekitar tahun 1940, hampir semua pohon kastanye di Amerika telah hilang.

Fenomena Hutan Aokigahara

Hutan Aokigahara yang berarti Lautan Pohon ini adalah sebuah hutan yang berlokasi di utara dasar Gunung Fuji, Jepang. Hutan ini mengandung sejumlah gua-gua besar yang tersembunyi dan juga pohon-pohon raksasa. Hutan ini sangat gelap dan pohon-pohonnya tumbuh dengan lebat, sehingga satu-satunya cahaya yang dapat dilihat dari dalam hutan itu hanyalah seberkas sinar matahari. Aokigahara tidak memiliki margasatwa dan dikenal sebagai tempat yang cukup menakutkan. Pada masa modern, Aokigahara telah memperoleh reputasi atas dua hal, pemandangan Gunung Fuji yang mempesona dan bunuh diri. Saat ini memang tidak ada statistik yang pasti untuk total angka bunuh diri yang dilakukan di dalam hutan tersebut. Namun pada tahun 2004 saja, 108 mayat ditemukan di dalam Aokigahara.

Fenomena Hutan Pulau Sentinel Utara

Pulau Sentinel Utara adalah salah satu pulau dari Kepulauan Andaman di Teluk Bengal, Asia Selatan. Pulau ini terletak di sebelah barat dari bagian selatan Pulau Andaman Selatan. Pulau Sentinel Utara ini dianggap unik karena dikelilingi oleh terumbu karang sehingga kapal tidak dapat berlabuh di sana. Untuk alasan itulah mengapa area ini tidak pernah dihuni oleh orang atau ditebang untuk diambil kayunya. Hampir seluruh pulau ini ditutupi oleh pohon yang usianya sangat tua dan memiliki luas 72 kilometer persegi. Pulau Sentinel Utara ini juga merupakan tempat tinggal bagi suku pra-Neolitik terakhir yang dikenal sebagai Sentinelese.

Fenomena Hutan Bengkok (Crooked Forest)

Crooked Forest merupakan sebuah hutan kecil yang terdiri dari pohon pinus yang bentuknya sangat aneh dan terletak di luar desa Nowe Czarnowo, Polandia barat. Hutan ini mengandung sekitar 400 pohon pinus yang tumbuh membengkok 90 derajat pada dasar batangnya. Semua pohon di sana bengkok ke arah utara dan dikelilingi oleh sebuah hutan yang lebih besar yang dilebati oleh pohon pinus yang tumbuh secara normal. Pohon-pohon bengkok ini ditanam sekitar tahun 1930 ketika area ini berada di dalam provinsi Pomerania, Jerman.

Fenomena Hutan Merah (Red Forest)

Hutan Merah atau biasa juga disebut dengan Worm Wood Forest berlokasi di dalam area seluas 10 kilometer yang mengelilingi Pembangkit Tenaga Nuklir Chernobyl, dekat kota Pripyat, Ukraina. Setelah kecelakaan nuklir Chernobyl tanggal 26 April 1986, Worm Wood Forest ini berubah warna menjadi cokelat-jahe dan mati. Selama usaha pembersihan, hampir semua pohon dilibas dan dikubur dalam "kuburan limbah". Parit-paritnya ditutup dengan lapisan pasir dan ditimpa dengan anak-anak pohon pinus baru. Kini, Hutan Merah menjadi salah satu area paling terkontaminasi di dunia. Hutan ini mengandung campuran pinus tua, bersama dengan pohon-pohon baru yang ditanam pada tahun 1986.

Fenomena Hutan Miring

Ada fenomena yang aneh di ujung Selandia Baru. Ada kumpulan pohon yang berdiri miring, Maklum saja, pepohonan ini ditiup angin dari Antartika terus menerus. Penasaran dengan bentuk hutan ini, Anda bisa kok langsung mendatangi Slope Point. Dari Amusing Planet, kawasan ini berada di paling utara South Island, Selandia Baru. Bentuk pepohonan yang aneh ini semata-mata karena terpaan angin dingin yang tanpa henti dari Antartika. Angin barat daya yang dingin ini membuat pepohonan melintir, miring dan seperti ditiup angin abadi.

Slope Point biasanya menjadi tempat untuk para hewan ternak seperti domba. Tidak ada penduduk yang tinggal di sini. Meski ada sebuah rumah di balik pepohonan, tetap saja rumah tersebut tidak berpenghuni. Selain pemandangan hutan berpohon miring, kawasan ini juga memiliki panorama tebing nan memukau. Tepian lepas laut yang dibatasi dengan tebing menyajikan pemandangan yang seperti lukisan.

Jika ingin berfoto dan mengabadikan hutan miring ini, bisa mendatangi tempat ini dengan mengikuti papan petunjuk jalan berwarna kuning. Papan ini menunjukkan jarak dari titik tersebut ke Khatulistiwa atau ke Kutub Selatan. Nah, hutan pohon miring ini bisa dicapai dengan 20 menit jalan kaki dari papan petunjuk berwarna kuning tersebut. Tak jauh dari sana, ada juga menara mercusuar yang bertenaga matahari. Menara ini berada tidak jauh dari padang peternakan.

Fenomena Hutan Batu Bara kuno

Sejumlah ilmuwan Amerika dan China tercengang dengan apa yang mereka temukan di bawah tambang batubara dekat Wuda, Mongolia Dalam, China. Sebuah hutan yang diperkirakan berumur 298 juta tahun ditemukan terkubur dalam keadaan utuh.

Para ilmuwan kemudian menyebut temuan itu Pompeii dari periode Permian. Pompeii adalah sebuah kota kuno di Romawi yang ditemukan terkubur abu vulkanik dari letusan gunung Vesuvius. Seperti halnya Pompeii, hutan rawa ini terjaga secara sempurna sehingga ilmuwan bisa mengetahui di mana setiap tumbuhan awalnya pernah tumbuh. Ini memungkinkan mereka untuk memetakan hutan itu. Ahli paleobotanis Universitas Pennsylvania, Hermann Pfefferkorn, menyebut temuan ini sebagai kapsul waktu. Pfefferkorn sendiri merupakan salah satu ilmuwan yang tergabung dalam tim.

Salah seorang ilmuwan mengatakan bahwa ini merupakan pengawetan yang mengagumkan. Para ilmuwan berada di tersebut dan saat menemukan dahan, kami menemukan tunggul dari pohon yang sama. Ini benar-benar sempurna. Para ilmuwan menemukan seluruh tumbuhan dan pohon dalam posisi dan keadaan yang persis sama ketika terjadi erupsi, persis seperti Pompeii. Bedanya, Pompeei berasal dari tahun 79 Masehi, sedangkan hutan ini tertutup abu selama 298 juta tahun, selama periode Permian.

Para peneliti menemukan area hutan seluas 10.763 kaki persegi (sekitar 1 kilometer persegi), tersembunyi di bawah sebuah tambang batubara. Mereka menggalinya menggunakan berbagai alat berat. Mereka percaya, pemfosilan hutan terjadi karena terkubur abu dalam volume yang sangat besar yang tercurah dari langit selama berhari-hari.

Sejauh ini, para ilmuwan telah mengidentifikasi enam kelompok pepohonan. Beberapa dari mereka setinggi 80 kaki, yakni Sigillaria dan Cordaites. Ilmuwan juga menemukan sejenis kelompok pepohonan besar, Noeggerathiales, yang sudah dinyatakan punah.

Mohon berkomentar yang sesuai dengan pembahasan artikel. Jangan gunakan link aktif, dilarang promosi/spam gak jelas!
Komentar kamu bakal dimoderasi sebelum diterbitkan.
Emoticon Emoticon